Korannusantara.id – Kotapinang, 15 September 2025, Pelayanan pasien non-darurat di RSUD Kotapinang, Labuhanbatu Selatan lumpuh sejak Senin (15/9). Para dokter spesialis di rumah sakit tersebut serentak melakukan aksi mogok kerja setelah perundingan dengan Plt. Direktur RSUD Kotapinang gagal mencapai kesepakatan.
Aksi ini merupakan bentuk protes para dokter terhadap keterlambatan pembayaran remunerasi dan tuntutan perbaikan manajemen rumah sakit.
Dalam surat resmi yang beredar, para dokter menyatakan mogok kerja selama dua hari terhitung 15 hingga 16 September 2025, dengan tetap membuka pelayanan untuk kasus gawat darurat.
“Kami menyatakan sikap untuk sementara tidak melakukan kewajiban kami (mogok kerja) selama dua hari terhitung 15 September 2025,” demikian isi surat yang ditandatangani para dokter spesialis RSUD Kotapinang.
Tuntutan Dokter Spesialis
Dalam aksinya, para dokter menyampaikan tiga tuntutan utama kepada manajemen RSUD Kotapinang:
1. Pembayaran remunerasi yang tertunda lebih dari satu tahun.
2. Transparansi dan evaluasi menyeluruh atas pembayaran remunerasi.
3. Perbaikan manajemen dan kepemimpinan RSUD Kotapinang agar tercipta tata kelola rumah sakit yang baik dan kondusif.
Pelayanan Gawat Darurat Tetap Jalan
Meski menghentikan pelayanan umum, para dokter menegaskan tetap melayani pasien emergency (gawat darurat) secara on call demi keselamatan pasien. Dalam aksinya di halaman RSUD Kotapinang, mereka membawa spanduk bertuliskan permintaan maaf kepada pasien dan penegasan bahwa pelayanan baru akan kembali normal setelah tuntutan mereka terpenuhi.
Direktur Belum Bisa Dihubungi
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi wartawan kepada Plt. Direktur RSUD Kotapinang terkait aksi mogok kerja ini belum mendapatkan jawaban. Telepon dan pesan singkat yang dikirimkan tidak tersambung.
Aksi Bisa Diperpanjang
Para dokter menyebutkan aksi mogok kerja dapat diperpanjang jika tidak ada tindak lanjut dari Plt. Direktur RSUD Kotapinang, dan sebaliknya akan dihentikan apabila telah tercapai kesepakatan.
Aksi mogok dokter spesialis ini menjadi perhatian serius masyarakat Labuhanbatu Selatan. Publik berharap pihak rumah sakit dan para dokter segera menemukan solusi agar pelayanan kesehatan kembali normal.
( Aziz Tanjung )



