Korannusantara.id – Opini, Saat ini, bangsa Indonesia tengah berada dalam momentum bersejarah: peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Dirgahayu kemerdekaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi kesempatan untuk merenungkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa serta meneguhkan rasa nasionalisme dan komitmen patriotisme di hati setiap rakyat Indonesia.
Makna Nasionalisme dan Patriotisme
Sejatinya, nasionalisme adalah nilai yang memperkuat rasa persatuan dan kesetiaan dalam keberagaman di suatu wilayah berdaulat. Sejarah mencatat, semangat nasionalisme Indonesia mulai tumbuh melalui organisasi Budi Utomo yang dipelopori Dr. Sutomo dan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Organisasi ini menjadi tonggak awal pergerakan nasional yang membangkitkan semangat juang seluruh rakyat untuk merebut kemerdekaan.
Nasionalisme memiliki makna historis yang mempersatukan rakyat dalam perbedaan. Di atas pondasi itu, patriotisme hadir untuk memperkuat nasionalisme. Jika nasionalisme mempersatukan, maka patriotisme menegaskan kesetiaan dan pengorbanan penuh demi kepentingan bangsa dan negara. Pada masa kemerdekaan, patriotisme diwujudkan dalam perjuangan bersenjata. Pada masa kini, patriotisme berarti mengabdi sepenuh hati bagi kemajuan Indonesia.
Patriotisme Presiden Prabowo
Komitmen patriotisme Presiden kedelapan, Prabowo Subianto, terhadap Indonesia tidak diragukan lagi, baik oleh rakyat Indonesia maupun masyarakat dunia. Latar belakang keluarganya menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa. Kakeknya, Margono Djojohadikusumo, dan ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo, adalah tokoh yang dikenal memiliki nasionalisme dan patriotisme tinggi, baik di masa perjuangan kemerdekaan maupun era pembangunan bangsa.
Patriotisme Presiden Prabowo kian terasah saat beliau menjadi bagian dari keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Rekam jejaknya di dunia militer menunjukkan sederet prestasi yang hanya bisa diraih oleh prajurit dengan dedikasi tinggi terhadap bangsa dan negara. Prestasi itu menjadi bukti nyata bahwa beliau mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi.
Kini, di usia 80 tahun kemerdekaan Indonesia, komitmen patriotisme Presiden Prabowo semakin selaras dengan kebutuhan bangsa. Sejak dilantik, beliau konsisten dan konsekuen menjalankan amanah konstitusi, dengan keputusan-keputusan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Kemuliaan Hati dalam Kepemimpinan
Dalam pandangan kami, kemuliaan hati seorang pemimpin terlihat dari ketegasannya menegakkan kebenaran, keberpihakannya kepada rakyat, serta kesetiaannya pada nilai-nilai spiritual yang diridai Allah SWT. Komitmen patriotisme Presiden Prabowo bukanlah sesuatu yang lahir tiba-tiba, melainkan warisan nilai dari keluarga besar Djojohadikusumo yang telah lama mengabdi pada bangsa ini.
Penutup
Momentum peringatan 80 tahun kemerdekaan seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh rakyat Indonesia untuk mempertegas kembali komitmen patriotisme. Dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara harus selalu dihadapi dengan menjunjung tinggi nasionalisme dan patriotisme, demi memastikan Indonesia terus bergerak maju menuju masa depan yang gemilang.
(Jakarta, 11 Agustus 2025)
Saiful Chaniago
Ketua Umum Pasukan Pro Prabowo (PASPROBO)



