Korannusantara.id – Jakarta, Wakil Ketuavvv Umum DPP KNPI, Saiful Chaniago, mengecam keras tindakan intoleran yang terjadi di Padang, Sumatera Barat. Insiden tersebut terjadi pada Minggu (27/7) petang, ketika ibadah jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di sebuah rumah doa di RT 03 RW 09, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, dibubarkan secara paksa oleh sekelompok warga.
Dalam video yang beredar luas, tampak puluhan orav ng mendatangi rumah tempat ibadah tersebut, membawa balok kayu dan langsung membubarkan jemaat yang terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak.
Situasi mencekam pun terjadi. Jemaat panik dan berlarian, sementara anak-anak menangis ketakutan. Tak hanya itu, massa juga merusak kursi dan memecahkan kaca rumah.
Saiful Chaniago menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak hanya menciderai nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga bertentangan dengan prinsip dasar kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
“Tindakan perusakan dan pembubaran ibadah ini jelas tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila maupun konstitusi kita. Para pelaku harus dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Chaniago.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Sumatera Barat, untuk konsisten mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sebagai fondasi dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
Apabila kita konsisten menjalankan nilai-nilai keindonesiaan, maka kita akan terhindar dari kepentingan sempit dan subjektif yang justru dapat memecah belah bangsa,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Chaniago mendesak pemerintah agar lebih serius menangani persoalan intoleransi beragama yang kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami meminta pemerintah untuk melakukan konsolidasi menyeluruh dengan seluruh elemen umat beragama guna mencegah berulangnya kejadian serupa. Intoleransi adalah ancaman nyata bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa,” pungkasnya.



