Korannusantara.id – Bekasi, 24 Juli 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung program strategis Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya dalam bidang penanggulangan dan mitigasi bencana.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Damkarmat, H. Adeng Hudaya, AP., M.Si., dalam sesi tanya jawab bersama Media Korannusantara.id, yang turut dihadiri pejabat internal Damkar, antara lain Sekretaris Dinas Drs. Muhammad Kurnaepi, MM., Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Mulyadi Hadi Saputra, Kepala Bidang Pencegahan Feri Ferduan, SE., MM., serta Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pontas Fredric August Maruhum, S.STP., MM.
“Saya berharap apa yang kami sampaikan hari ini bisa dimaknai bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Adeng.
Disdamkarmat Kabupaten Bekasi juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel dan mitra kerja yang telah berkontribusi dalam menjaga keselamatan warga melalui respons cepat dan kerja teknis di lapangan. Menurut Adeng, partisipasi masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan budaya siaga bencana.
“Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan, kami ingin mengajak masyarakat lebih aktif dalam upaya pencegahan bencana. Mari kita wujudkan lingkungan yang siaga dan aman bersama,” tambahnya.
Sebagai bentuk penguatan kapasitas, pada Tahun Anggaran 2025 Damkar Kabupaten Bekasi menambah satu unit armada pemadam kebakaran baru, sehingga total armada operasional kini berjumlah 18 unit. Tambahan ini ditujukan untuk meningkatkan daya respons, terutama di wilayah-wilayah rawan bencana.
Tren Penurunan Kejadian, Hasil Edukasi dan Pencegahan
Laporan Disdamkar mencatat, sepanjang tahun 2024 terjadi sebanyak 329 kasus kebakaran-mayoritas melibatkan lahan kosong-serta 419 tindakan penyelamatan. Sementara itu, hingga Juli 2025, tercatat 219 kejadian tanggap darurat dan pengaduan, menunjukkan tren penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari upaya pencegahan dan edukasi yang masif dilakukan oleh Disdamkarmat di lapangan.
Adeng juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan pemerintah dalam pencegahan bahaya kebakaran.
“Api bukanlah musuh kita, tapi api yang berlebihan yang menyebabkan terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Disdamkarmat Kabupaten Bekasi telah membentuk relawan di setiap desa. Relawan tersebut dibekali pelatihan pencegahan, edukasi, serta pertolongan pertama kepada masyarakat.
“Kami ingin setiap desa memiliki jiwa relawan. Edukasi dan kesiapsiagaan adalah fondasi dalam mencegah bencana,” pungkas Adeng.
( Red )



