Korannusantara.id, KOTA BEKASI – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi menggelar kegiatan Silaturahmi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, pada Rabu, 16 Juli 2025, di Aula Gedung KH Noer Alie Islamic Center, Kota Bekasi.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempererat ukhuwah islamiyah serta membangun sinergi antara tokoh agama tokoh masyarakat dan elemen masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di Kota Bekasi.
Dalam undangan resmi bernomor B-007/DP-K. XII.XV/VII/2025 yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Kota Bekasi KH. A. Wahyu TB, S.Pd.I bersama Sekretaris Ust. H. Nias Imron, SH, serta diketahui oleh Ketua Umum MUI Kota Bekasi Drs. KH. Saifuddin Siroj, disebutkan bahwa kegiatan akan dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga selesai.

MUI Kota Bekasi mengundang para pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam serta tokoh masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan mengutus satu orang perwakilan guna mengikuti rangkaian acara silaturahmi.
Ketua DPD PUI Kota Bekasi, Alimudin, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap silaturahmi seperti ini terus digalakkan setiap tahunnya, sebagai forum kolaboratif antara tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintah dan Polri dalam membangun Kota Bekasi.
“MUI harus hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi atas berbagai persoalan umat,” ujarnya.
Alimudin juga mengapresiasi gagasan pembentukan Sahabat MUI, yakni wadah kolaboratif yang melibatkan berbagai organisasi kemasyrakatan seperti ormas keagamaan, ormas adat dan budaya, ormas nasional, serta lembaga lainya.
Menurutnya, keberadaan Sahabat MUI akan menjadi bentuk nyata dari sinergi untuk membangun umat secara bersama-sama.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum MUI KH. Saifuddin Siroj dan Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah KH. Wahyu TB, S.Pd.I atas penyelenggaraan kegiatan ini. Gagasan pembentukan Sahabat MUI patut diapresiasi karena menjadi implementasi kolaborasi umat yang melibatkan individu, lembaga, dan berbagai pihak demi menyelesaikan persoalan keumatan di Kota Bekasi,” tutur Alimudin.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempererat hubungan antarelemen masyarakat, serta memperkuat peran MUI sebagai pengayom umat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.



