Korannusantara.id – Medan, Gerakan Aktivis Sumatera Utara (GAS) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kamis (17/7/2025).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pengawalan atas laporan yang telah dilayangkan ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejatisu pada 13 Juni 2025 lalu, terkait dugaan korupsi pengadaan pupuk dan CCTV di seluruh desa se-Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) tahun anggaran 2023.
Sekretaris Jenderal GAS yang juga menjabat sebagai Presiden Mahasiswa UINSU Medan, Tegar, menyatakan bahwa pihaknya mendesak Kejatisu untuk segera memanggil dan memeriksa Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Paluta.
“Kami menduga telah terjadi praktik korupsi dalam pengadaan pupuk dan CCTV yang merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah. Sekretaris Dinas PMD Paluta diduga menjadi aktor utama dalam proyek tersebut. Kami minta beliau dan Kadis PMD segera diperiksa,” ujar Tegar dalam orasinya.
Selain itu, massa aksi juga mendesak Bupati Paluta agar segera mencopot kedua pejabat tersebut dari jabatannya. GAS menilai Sekretaris Dinas PMD memiliki pengaruh kuat dalam pengambilan keputusan proyek, sehingga menjadi kunci dalam membongkar dugaan praktik korupsi tersebut.
Tak hanya itu, GAS juga menyoroti kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Paluta yang dinilai lamban dan tidak serius dalam menindaklanjuti kasus ini.
“Kami kecewa dengan Kajari Paluta. Beliau terkesan abai, bahkan menyatakan seolah tidak ada masalah dalam proyek ini. Bagaimana mungkin tidak ada masalah jika harga satu unit CCTV bisa mencapai Rp17 juta, dan harga satu karung pupuk bisa Rp900 ribu? Ini jelas mark-up lebih dari 100 persen,” tegas Tegar.
GAS meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut yang baru, Harli Siregar, turun tangan langsung dan segera mengambil alih penanganan kasus ini dari Kejari Paluta.
“Kami akan terus menggelar aksi hingga Kejatisu benar-benar mengusut tuntas kasus ini. Kami juga mendesak agar Kajari Paluta segera dicopot karena kami nilai telah gagal menjalankan tugasnya secara profesional,” pungkasnya.
Aksi ini diakhiri dengan komitmen GAS untuk kembali melakukan demonstrasi minggu depan, sebagai bentuk konsistensi dalam mengawal penegakan hukum di wilayah Sumatera Utara, khususnya Padang Lawas Utara.



