Korannusantara.id – Esipding, Serambakon, Dalam rangka mempererat hubungan dengan tokoh masyarakat serta membangun kembali rasa aman dan kepercayaan publik pasca konflik sosial beberapa tahun silam, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini (Satgas Pamtas RI–PNG) dari Yonif 751/Vira Jaya Sakti (VJS) melaksanakan kegiatan anjangsana pada Selasa pagi (15/7/2025), pukul 09.45 WIT.
Kegiatan ini dipimpin oleh Serda Alex Karubaba bersama sembilan personel Satgas lainnya. Mereka mengunjungi kediaman Bapak Oktovianus Urobmabin, Kepala Adat Kampung Esipding, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Suasana akrab dan kekeluargaan langsung terasa saat rombongan TNI tiba di rumah tokoh adat tersebut.
Kedatangan prajurit TNI disambut hangat oleh Bapak Oktovianus dan beberapa warga setempat. Senyum ramah dan jabat tangan erat menggambarkan semangat kebersamaan yang terus dibangun antara aparat keamanan dan masyarakat perbatasan.
Dalam sambutannya, Bapak Oktovianus mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya terhadap perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan oleh personel TNI. Ia menilai bahwa kunjungan ini memiliki makna lebih dari sekadar formalitas, melainkan menjadi simbol nyata dari persaudaraan dan ikatan kemanusiaan yang kuat.
“Kami sangat menghargai kehadiran TNI. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi bentuk nyata dari perhatian dan rasa persaudaraan. Semoga ke depan kita bisa terus bersama menjaga kedamaian di kampung ini,” ujar Bapak Oktovianus dengan mata berbinar.
Wilayah Kampung Esipding, seperti beberapa kampung lain di Pegunungan Bintang, sempat mengalami situasi sosial yang tidak stabil dalam beberapa tahun terakhir. Konflik internal serta keterbatasan akses pelayanan publik membuat masyarakat hidup dalam kekhawatiran dan trauma. Namun kehadiran Satgas Pamtas RI–PNG menjadi angin segar yang perlahan memulihkan kondisi sosial dan psikologis warga.
Serda Alex Karubaba dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan anjangsana ini merupakan bagian dari strategi pendekatan humanis yang diterapkan oleh Satgas Yonif 751/VJS. Menurutnya, stabilitas keamanan tidak hanya dibangun lewat patroli bersenjata, tapi juga melalui komunikasi yang baik, empati, dan kehadiran secara langsung di tengah masyarakat.
“Kami datang bukan hanya untuk menjaga batas negara, tetapi juga untuk hadir sebagai saudara bagi masyarakat. Kami ingin masyarakat merasa aman, didengar, dan tidak merasa sendiri,” tutur Serda Alex.
Selain berdialog dengan tokoh adat, Satgas juga memberikan bantuan logistik ringan berupa sembako dan perlengkapan kebutuhan harian kepada keluarga Bapak Oktovianus sebagai bentuk solidaritas dan dukungan sosial.
Anjangsana ini diharapkan menjadi jembatan kepercayaan yang kuat antara TNI dan masyarakat, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga perdamaian dan ketertiban wilayah perbatasan. Satgas Yonif 751/VJS berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dan menjawab berbagai kebutuhan sosial masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan yang bersifat membangun dan menyejukkan.
Dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, harapan akan masa depan yang lebih damai dan sejahtera di Pegunungan Bintang perlahan menjadi nyata. Kepercayaan yang tumbuh dari interaksi langsung seperti ini menjadi fondasi kuat dalam membangun harmoni dan ketahanan sosial di wilayah perbatasan RI–PNG yang rawan dan penuh tantangan.



