Korannusantara.id – Bitung, 11 Juli 2025, Dalam upaya membangun kesadaran dan memperkuat daya tangkal generasi muda terhadap berbagai ancaman sosial yang berkembang di era digital, Kepolisian Sektor (Polsek) Matuari menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Anti Radikalisme, Bahaya Judi Online dan Bahaya Seks Bebas” di SMK Negeri 6 Bitung, Kelurahan Sagerat Weru Dua, Kecamatan Matuari, Kota Bitung.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat pagi pukul 08.30 WITA ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Matuari IPTU Doly Irawan, S.Tr.K, dan diikuti oleh sejumlah personel kepolisian serta seluruh siswa dan guru SMK Negeri 6 Bitung. Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Unit Intelkam Polsek Matuari Bripda Petra Podomi, dan Unit Reskrim Polsek Matuari Bripda Hendrikus Siregar.
Dalam pemaparannya, IPTU Doly Irawan menyampaikan materi terkait bahaya radikalisme yang semakin marak menyasar kalangan remaja melalui media sosial dan platform daring lainnya. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan serta bersikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima, terutama yang berpotensi menyesatkan dan mengarah pada tindakan ekstremisme.
“Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan atau ideologi yang menjanjikan perubahan instan namun sesungguhnya membawa pada kehancuran. Kita harus menjaga toleransi dan kesantunan dalam pergaulan, serta fokus pada pendidikan dan pengembangan diri,” tegas IPTU Doly.
Lebih lanjut, Kapolsek juga mengingatkan agar para siswa tidak ragu untuk melaporkan jika mengetahui adanya kegiatan atau individu yang mencurigakan. “Radikalisme bisa masuk dari berbagai celah, termasuk lewat teman sebaya. Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak sekolah atau kepolisian,” tambahnya.
Selain isu radikalisme, Kapolsek juga memberikan penyuluhan mengenai bahaya judi online dan seks bebas yang belakangan ini banyak menjerat generasi muda. Judi online, kata dia, bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak masa depan karena menumbuhkan ketergantungan finansial dan mental. Begitu pula dengan seks bebas yang berpotensi membawa dampak buruk secara fisik maupun psikologis.
Guru-guru pendamping siswa menyambut baik kegiatan ini, karena dinilai sangat relevan dan bermanfaat dalam membentengi para siswa dari pengaruh negatif lingkungan sekitar. Sementara itu, para siswa tampak antusias dan aktif dalam menyimak materi yang disampaikan serta berdiskusi langsung dengan Kapolsek.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung hingga pukul 10.00 WITA dan ditutup dengan sesi tanya jawab serta pesan moral dari pihak kepolisian. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.
Melalui kegiatan ini, Polsek Matuari berharap dapat terus menjalin sinergi dengan pihak sekolah serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman sosial yang merusak masa depan generasi penerus bangsa.
Kapolsek Matuari Sosialisasikan Bahaya Radikalisme, Judi Online, dan Seks Bebas di SMK Negeri 6 Bitung.
Hadir dalam kegiatan yaitu :
1. Kapolsek Matuari IPTU Doly Irawan S. Tr. K
2. Unit Intelkam Polsek Matuari Bripda Petra Podomi
3. Unit Reskrim Polsek Matuari Bripda Hendrikus Siregar
4. Guru – Guru pendamping siswa SMK Negeri 6 Bitung
5. Para siswa – siswi SMK Negeri 6 Bitung.
(MICHAEL HONTONG)



