• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Menbud Fadli Zon Ajak BRIN Berkolaborasi Teliti Warisan Budaya Indonesia

Putra by Putra
1 Juli 2025
in Nasional
0
Menbud Fadli Zon Ajak BRIN Berkolaborasi Teliti Warisan Budaya Indonesia

Ket. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. (Foto: Kemenbud)

0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id, Jakarta – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengajak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk berkolaborasi meneliti warisan budaya di Indonesia. Langkah itu bertujuan agar pelestarian warisan budaya tetap terjaga.

Hal tersebut diungkapkan Fadli Zon saat melakukan kunjungan kerja ke Ruang Koleksi Ilmiah Arkeologi dan Laboratorium Genomik di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (30/6/2025).

“Indonesia memiliki warisan budaya yang sangat kaya, baik yang bersifat tangible maupun intangible, dengan sejarah peradaban Nusantara yang panjang. Diperlukan kolaborasi serta kerja sama penelitian lintas sektoral karena warisan budaya sangat erat kaitannya dengan riset,” kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Selasa (1/7/2025).

Fadli Zon menambahkan terkait upaya pengembalian koleksi Nusantara dari luar negeri atau repatriasi juga terus menjadi program prioritas Kementerian Kebudayaan. Sejak Desember 2024, Pemerintah Indonesia secara konsisten melakukan negosiasi dengan sejumlah negara, terutama Belanda untuk memulangkan fosil-fosil yang dibawa pada masa penjajahan, termasuk 272 koleksi benda budaya dari Negeri Kincir Angin yang terdiri dari 204 objek dan 68 artefak dari Museum Rotterdam.

“Repatriasi ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Indonesia tentang sejarah dan kebudayaan nasional,” ungkapnya.

Selain program repatriasi, Fadli Zon mengatakan diperlukan juga percepatan penetapan cagar budaya nasional terhadap warisan budaya yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Sebanyak 4.924 cagar budaya yang tersebar di berbagai daerah perlu dipercepat penetapannya sebagai cagar budaya tingkat nasional. Saat ini, jumlah cagar budaya nasional baru mencapai 228. Ini menjadi fokus kerja bersama Kementerian Kebudayaan dan para pemangku kepentingan untuk mempercepat proses pemeringkatan cagar budaya yang ada,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga meninjau Ruang Penyimpanan Koleksi Artefak dan Ruang Display Artefak di Gedung Kehati, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Ir. Soekarno. Ruangan-ruangan ini digunakan untuk menyimpan berbagai koleksi artefak, baik yang sedang dalam proses penelitian maupun yang telah terdokumentasi secara lengkap.

“Benda-benda arkeologi yang tersimpan, antara lain artefak batu beliung dan batu pukul, koleksi Hikayat Kutub Mangindra, keramik China, keramik dari muatan kapal karam, guci keramik, pot bunga, replika nisan Malik Ibrahim, sarkofagus, dan beragam koleksi purbakala lainnya,” kata Fadli Zon.

“Koleksi yang telah diteliti oleh BRIN dan memiliki data serta dokumen lengkap selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan literasi dan edukasi bagi masyarakat guna mendukung pengembangan ilmu pengetahuan,” sambungnya.

Fadli Zon berharap Kementerian Kebudayaan dan BRIN dapat terus bersinergi dalam melestarikan berbagai warisan budaya Indonesia.

“Artefak yang mati ini nantinya dapat menjadi living library yang hidup dan menjadi pusat edukasi, literasi, serta narasi bagi masyarakat. Semoga pertemuan ini menjadi tonggak awal kolaborasi yang kuat dalam memajukan budaya Indonesia,” tutup Fadli.

Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pelestarian warisan budaya.

“Kami tentu siap mendukung berbagai upaya yang dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan, khususnya dalam penelitian artefak dan warisan budaya lainnya yang perlu kita buktikan secara ilmiah,” tutup Tri Handoko. (red)

445
Tags: BRINBudayaFadli ZonMenteri Kebudayaan
Previous Post

Perpindahan Sekretariat KONI ke GOR Squash Diduga Sarat Kepentingan Pribadi Ketua KONI

Next Post

Presiden Prabowo: Negara Butuh Polisi yang Lindungi Rakyat Lemah dan Miskin

Putra

Putra

Next Post
Presiden Prabowo: Negara Butuh Polisi yang Lindungi Rakyat Lemah dan Miskin

Presiden Prabowo: Negara Butuh Polisi yang Lindungi Rakyat Lemah dan Miskin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.