Korannusantara.id – Jakarta, Di tengah memanasnya konflik bersenjata antara Iran dan Israel, anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Trinovi Khairani Sitorus, menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi ratusan WNI yang masih berada di Iran, khususnya mahasiswa dan pekerja migran.
Trinovi yang mewakili Daerah Pemilihan Sumatera Utara II ini menekankan pentingnya respons negara yang tidak hanya reaktif, tetapi juga sistematis dan terukur.
Desakan ini menyusul perkembangan situasi yang makin genting sejak serangan udara timbal balik antara kedua negara pada pertengahan Juni 2025. Data Kementerian Luar Negeri menyebutkan, terdapat ratusan WNI yang masih berada di wilayah Iran, sebagian besar adalah mahasiswa yang menempuh pendidikan di Qom dan Teheran.
“Kita juga perlu pendekatan dua jalur: evakuasi dan diplomasi pengamanan. Tidak semua WNI bisa langsung dipulangkan dalam waktu cepat. Maka negara harus hadir dengan menciptakan perlindungan di tempat,” ujar Trinovi, Selasa (18/6).
“Keselamatan WNI adalah prioritas tanpa tawar. Kami di Komisi I DPR RI mendorong pemerintah segera membentuk Satgas Evakuasi, yang bekerja cepat dan terkoordinasi, demi melindungi seluruh WNI dari dampak langsung konflik bersenjata,” tambahnya.
Trinovi mengusulkan agar Kementerian Luar Negeri RI, melalui KBRI Teheran, segera berupaya membentuk zona aman sementara (temporary safe zone) di wilayah Iran yang relatif stabil. Zona ini ditujukan untuk menampung sementara WNI yang belum bisa dievakuasi, sembari menunggu situasi membaik atau jalur evakuasi terbuka.
Selain itu, ia menekankan pentingnya diplomasi aktif pemerintah Indonesia melalui jalur multilateral. “Negara tidak boleh tinggal diam. Indonesia perlu menggandeng negara-negara sahabat dan organisasi internasional seperti PBB untuk menjamin perlindungan sipil, termasuk WNI kita, yang kini berada dalam situasi rentan,” tambahnya.
Trinovi juga meminta pemerintah membuka kanal komunikasi 24 jam bagi keluarga WNI di Indonesia yang membutuhkan informasi mengenai keberadaan dan kondisi kerabat mereka di Iran maupun Israel.
“Saat ini bukan hanya soal logistik evakuasi, tapi juga dukungan moral dan psikososial. Mahasiswa, pekerja, dan peziarah kita di sana sedang menghadapi tekanan luar biasa. Negara harus hadir, secara nyata dan cepat,” tutupnya.
Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri telah mengeluarkan imbauan agar WNI di wilayah terdampak tetap berada di tempat aman dan menjauhi pusat-pusat aktivitas publik. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan situasi melalui KBRI di Teheran dan Tel Aviv.



