• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

FABEM Aceh Kecam Hilangnya Empat Pulau Aceh:Ini Menyulut Api Perdamaian Presiden Harus Turun Tangan

Redaksi by Redaksi
17 Juni 2025
in Daerah
0
FABEM Aceh Kecam Hilangnya Empat Pulau Aceh:Ini Menyulut Api Perdamaian Presiden Harus Turun Tangan

Ket : Anggota Fabem Aceh Muhammad Rico

0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Banda Aceh,
Kegaduhan mengenai empat pulau yang diduga dihapus dari wilayah administratif Provinsi Aceh kembali memicu kemarahan publik. Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Sikandang, dan Pulau Bras, yang selama ini tercatat berada di kawasan Aceh Singkil dan Aceh Selatan, disebut-sebut tak lagi berada dalam wilayah Aceh berdasarkan sejumlah dokumen dan peta resmi nasional. (17/6)

Perubahan tersebut menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat Aceh, karena menyentuh isu sensitif terkait batas wilayah dan kedaulatan daerah yang memiliki status khusus berdasarkan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Menanggapi hal ini,Anggota Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Aceh, Muhammad Rico, menyampaikan kecaman keras terhadap pihak Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

“Apa yang dilakukan oleh Kemendagri bukan sekadar kekeliruan administratif. Ini adalah tindakan yang sembrono dan berpotensi menyulut kembali api perdamaian yang ada di aceh.

Aceh telah membayar mahal untuk perdamaian. Dan kini, wilayah kami justru coba dirampas dalam senyap, tanpa penjelasan, tanpa dialog. Ini bukan hanya merusak peta, tapi juga merobek kepercayaan rakyat terhadap negara.

“tidak ada tuan rumah yang mau berunding dengan maling di rumahnya sendiri”

FABEM Aceh menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya soal batas wilayah, tetapi menyangkut harga diri dan masa depan perdamaian yang telah lama dibangun dengan susah payah. Jika tidak segera diluruskan, ini berpotensi menimbulkan ketegangan baru yang merusak hubungan pusat dan daerah.

“Dengan ini saya juga berharap supaya bapak prabowo selaku presiden untuk bisa turun tangan terhadap persoalan ini”

291
Tags: Aceh-sumutEmpat Pulau HilangFabem AcehPresiden Prabowo Subianto
Previous Post

Profil M Aldo Sirait, Pengusaha Migas yang Siap Pimpin PT Sinergi Patriot Bekasi

Next Post

Dunia Maya: Berbicara Bukan Sekedar Bersuara

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Dunia Maya: Berbicara Bukan Sekedar Bersuara

Dunia Maya: Berbicara Bukan Sekedar Bersuara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.