Korannusantara.id – Jakarta, Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Saiful Chaniago, mendesak Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia untuk lebih optimal dalam menjalankan peran strategisnya, khususnya dalam menjawab kebutuhan rakyat miskin di lapisan terbawah masyarakat. Rabu (11/6)
Pernyataan ini disampaikan Saiful Chaniago menanggapi kasus tragis yang terjadi di Nusa Tenggara Barat, di mana seorang kakak tega menjual adik kandungnya yang masih duduk di bangku sekolah dasar kepada pria hidung belang demi mendapatkan uang. Menurutnya, kasus tersebut mencerminkan kondisi kemiskinan ekstrem yang tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
“Kami menduga masih banyak kasus serupa yang tidak terungkap di berbagai daerah. Ini menunjukkan betapa parahnya kondisi ekonomi sebagian masyarakat, sampai-sampai mereka mengabaikan akal sehat demi memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Saiful Chaniago.
Ia menekankan pentingnya kehadiran negara, terutama Kementerian UMKM, dalam menciptakan solusi nyata bagi kelompok masyarakat miskin dan rentan. Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah mendorong pembentukan sentra-sentra produktif di desa-desa.
“Kementerian UMKM tidak cukup hanya membuat kebijakan umum. Harus ada langkah konkret seperti menjalin kerja sama dengan pemerintahan desa untuk menciptakan pelaku usaha baru yang kreatif dan progresif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Saiful menyampaikan bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto sejauh ini dinilainya sudah cukup baik dan berpihak kepada rakyat. Namun, lemahnya pelaksanaan di lapangan membuat dampak dari kebijakan tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan ekonomi terbawah.
“Kebijakan Presiden Prabowo sudah bagus, tapi pelaksanaannya belum maksimal karena tidak didukung secara kuat oleh lembaga-lembaga negara terkait. Ini tentu merugikan rakyat kecil,” tutup Ketua Umum Pasukan Pro Prabowo (Pasprobo) tersebut.



