Korannusantara.id, Madina – Proyek pembangunan jalan lintas baru yang menghubungkan Kabupaten Padang Lawas (Palas) dan Mandailing Natal (Madina) resmi dimulai. Anggota DPD RI, KH. Muhammad Nuh, M.SP, menyatakan komitmennya untuk mengawal penuh pembangunan jalan tersebut hingga tuntas.
“Jalan ini bukan hanya kebutuhan dua kabupaten, tapi juga bagian dari penguatan konektivitas nasional,” ujar Nuh dalam keterangannya dikutip, pada Rabu (11/6/2025).
Menurut Senator asal Sumut itu, jalur baru ini akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Sumatra Utara, sekaligus mempermudah akses pelayanan publik.
“Kita harapkan dengan pembangunan jalan ini, mobilitas warga antarwilayah lebih efisien dan roda ekonomi lebih cepat berputar,” katanya.
Lebih lanjut, kata M Nuh, saat ini warga Palas yang ingin menuju Panyabungan, ibu kota Madina, harus memutar lewat Padang Lawas Utara dengan waktu tempuh mencapai enam jam. Jalur baru ini diharapkan memangkas waktu perjalanan secara signifikan.
Maka karena itu, Muhammad Nuh memastikan proyek ini akan masuk dalam perhatian pusat, termasuk dukungan anggaran.
“Insya Allah, kita kawal sampai jalan ini benar-benar bisa digunakan masyarakat,” tegas Nuh.
Diketahui, Rute baru tersebut akan membentang sepanjang 28,6 kilometer di wilayah Palas, melintasi Desa Hapung, Sopo Jaring, Aek Namate, dan Oabuar. Sementara di Madina, jalan akan melintasi Aek Nabara, Batu Layap, Aek Gorsing, dan Pagur sepanjang 38,87 kilometer.
Acara pelepasan ekspedisi pembangunan turut dihadiri Bupati Palas, Putra Mahkota Alam Hasibuan, Wakil Bupati Palas, Ahmad Fauzan Nasution, serta Bupati Madina, Saifullah Nasution. Ketiganya sepakat bahwa proyek ini akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dua kabupaten. (red)



