• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Dinilai Cederai Amanat Reformasi, Aktivis 98 Tegaskan Menolak Usulan Soeharto jadi Pahlawan Nasional

Putra by Putra
24 Mei 2025
in Nasional
0
Dinilai Cederai Amanat Reformasi, Aktivis 98 Tegaskan Menolak Usulan Soeharto jadi Pahlawan Nasional
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id, Jakarta – Aktivis reformasi 1998 dari berbagai elemen organisasi menolak tegas wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Penolakan itu disampaikan dalam acara Refleksi 27 Tahun Reformasi: Soeharto Pahlawan atau Penjahat HAM? yang digelar di Grand Syahid, Jakarta, Sabtu (24/5/2025).

Perwakilan Aktivis 98, Mustar Bonaventura, menegaskan bahwa seluruh simpul gerakan reformasi seperti Pena 98, FK 98, Barikade 98, Perhimpunan Aktivis 98, Gerak 98, hingga Repdem sepakat menolak gagasan tersebut.

“Ini bukan sekadar peringatan, tapi juga sikap tegas kami menolak wacana atau ide untuk menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto,” kata Mustar di hadapan wartawan.

Menurut Mustar, usulan tersebut bertentangan dengan semangat reformasi 1998 dan berpotensi mencederai perjuangan rakyat dalam menumbangkan rezim otoriter Orde Baru.

“Adanya ide ini menurut kami adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai reformasi. Kami akan menyampaikan sikap ini secara terbuka bersama seluruh elemen aktivis 98,” ujarnya.

Mustar menekankan bahwa demokrasi yang kini dirasakan seluruh masyarakat Indonesia adalah buah dari perjuangan berdarah dan penuh pengorbanan.

“Demokrasi hari ini tidak lahir secara tiba-tiba. Ia lahir dari keringat, air mata, bahkan nyawa rakyat yang berjuang menumbangkan kekuasaan otoriter. Maka, sangat tidak tepat jika Soeharto justru diangkat menjadi pahlawan nasional,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari rangkaian refleksi 27 tahun reformasi, para aktivis 98 juga menggelar diskusi publik dengan tema “Soeharto Pahlawan atau Penjahat HAM?” untuk kembali menegaskan sikap kritis mereka terhadap warisan kelam Orde Baru.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah tokoh aktivis 98 seperti Ray Rangkuti, Ubedillah Badrun, Abraham Samad, Bela Ulung Hapsara, Anis Hidayah, Jimly Fajar, dan Hengki Kurniawan. (red)

 

159
Tags: Aktivis 98DiskusiMustarReformasi 98Tolak Soeharto Pahlawan Nasional
Previous Post

Aktivis 98 Ubedilah Badrun: Soeharto Tak Layak Dijadikan Pahlawan Nasional

Next Post

Pajang Ratusan Replika Tengkorak Manusia, Aktivis Reformasi 98 Tolak Wacana Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Putra

Putra

Next Post
Pajang Ratusan Replika Tengkorak Manusia, Aktivis Reformasi 98 Tolak Wacana Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Pajang Ratusan Replika Tengkorak Manusia, Aktivis Reformasi 98 Tolak Wacana Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.