• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Quran, GAPAI Sumut Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng

pujo by pujo
2 November 2026
in Nasional
0
Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Quran, GAPAI Sumut Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MEDAN – Gerakan Anti Penistaan Agama Islam Sumatera Utara (GAPAI Sumut) mengecam penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Jawa Tengah yang menjadi sorotan publik. Organisasi tersebut mendesak Kapolri mencopot Kapolda Jawa Tengah serta meminta aparat kepolisian yang terlibat diperiksa secara menyeluruh.

Sikap tersebut disampaikan GAPAI Sumut dalam pernyataan yang disampaikan di Masjid Nurul Hidayah, Kompleks Pasaraya MMTC, Medan Estate, Senin (2/11/2026).

Adapun pernyataan sikap ini disampaikan usai sholat zuhur di lokasi yang sama. Ketua GAPAI Sumut, Rahmad Gustin, mengatakan pihaknya mengecam tindakan penggerebekan yang dinilai dilakukan secara brutal dan arogan. Menurut GAPAI Sumut, tindakan aparat dengan persenjataan lengkap di lingkungan lembaga pendidikan Islam berpotensi menimbulkan ketakutan dan trauma psikologis bagi para santri, ustaz, serta pengasuh pondok pesantren.

GAPAI Sumut menilai penegakan hukum seharusnya tetap mengedepankan profesionalisme, proporsionalitas, dan prinsip kemanusiaan, terlebih ketika berhadapan dengan anak-anak di lingkungan pendidikan.

Atas peristiwa tersebut, GAPAI Sumut meminta Kapolda Jawa Tengah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pimpinan Pondok Pesantren Hamalatul Quran, para santri, wali santri, serta umat Islam di Indonesia.

Tak hanya itu, organisasi tersebut juga mendesak Kapolri mengevaluasi kepemimpinan Kapolda Jawa Tengah dan mencopotnya apabila terbukti gagal memastikan profesionalisme serta proporsionalitas anggotanya dalam menjalankan tugas.

Minta Personel yang Terlibat Diperiksa

GAPAI Sumut turut mendesak Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri mengusut dugaan pelanggaran yang dilakukan personel kepolisian dalam penggerebekan tersebut.

Mereka meminta proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan transparan. Apabila ditemukan pelanggaran kode etik maupun hukum, personel yang bersangkutan diminta ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, GAPAI Sumut meminta Polri memperhatikan pemulihan nama baik Pondok Pesantren Hamalatul Quran apabila terbukti terdapat tindakan dalam penanganan perkara yang merugikan reputasi lembaga tersebut tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Organisasi itu juga menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi para santri dan pengasuh pondok pesantren yang terdampak, sesuai dengan kebutuhan mereka.

Menurut GAPAI Sumut, langkah tersebut diperlukan agar para santri dapat kembali menjalani kegiatan belajar dan menghafal Al-Qur’an dengan aman dan nyaman.

Serukan Umat Islam Tetap Tenang

Di tengah polemik yang berkembang, GAPAI Sumut mengimbau umat Islam, khususnya di Sumatera Utara dan seluruh Indonesia, agar tetap tenang serta tidak terprovokasi.

Mereka mengajak masyarakat mengedepankan akhlak mulia dan menempuh jalur hukum yang sah dalam mengawal persoalan tersebut.

GAPAI Sumut juga menyerukan agar umat Islam meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan santri, ulama, serta lembaga pendidikan Islam.

Organisasi tersebut berharap penanganan persoalan ini dilakukan secara adil dan transparan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tetap terjaga.

Catatan Redaksi : Berita ini disusun berdasarkan materi pernyataan sikap GAPAI Sumut. Tanggapan dari Polda Jawa Tengah maupun Mabes Polri belum tercantum dalam materi yang diterima. Konfirmasi kepada pihak kepolisian tetap diperlukan untuk memenuhi prinsip keberimbangan jurnalistik.

Views: 63
Tags: GAPAI Sumut
Previous Post

Kelurahan Kotapinang Gandeng LBH Insan Cita Hadirkan Konsultasi Hukum Gratis Ini Jadwalnya

Next Post

PMAK Desak Presiden Prabowo Copot Menteri Imigrasi Agus Andrianto Soroti Polemik Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

pujo

pujo

Next Post
PMAK Desak Presiden Prabowo Copot Menteri Imigrasi Agus Andrianto Soroti Polemik Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

PMAK Desak Presiden Prabowo Copot Menteri Imigrasi Agus Andrianto Soroti Polemik Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.