AMBON | Korannusantara.id – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli, Ph.D., mendorong kalangan mahasiswa untuk mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus menciptakan peluang kerja di tengah perubahan dunia ketenagakerjaan.
Pesan tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri pembukaan Muktamar XIV Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji, Ambon, Maluku, Jumat (30/10/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Yassierli menyoroti tantangan dunia kerja yang semakin dinamis seiring perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri. Kondisi ini menuntut generasi muda untuk terus meningkatkan kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta membangun karakter yang kuat.
Menurutnya, kesiapan menghadapi dunia kerja tidak cukup hanya mengandalkan latar belakang pendidikan. Generasi muda juga perlu membekali diri dengan keterampilan yang relevan agar mampu bersaing dan menjawab kebutuhan pasar kerja.
Ia berharap mahasiswa, termasuk kader KAMMI, dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM Indonesia. Peran mahasiswa dinilai penting, bukan hanya sebagai calon tenaga kerja, tetapi juga sebagai generasi yang memiliki kemampuan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Selain mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, mahasiswa juga didorong mengembangkan semangat kewirausahaan. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi turut berkontribusi membuka lapangan kerja baru.
Kehadiran Menteri Ketenagakerjaan dalam Muktamar XIV KAMMI tersebut menjadi salah satu bagian penting dari upaya memperkuat perhatian terhadap kualitas generasi muda dan tantangan ketenagakerjaan nasional.
Muktamar XIV KAMMI sendiri mengangkat tema “Kontribusi KAMMI untuk Kejayaan Negeri” dengan semangat lokal Maluku “Ale Rasa, Beta Rasa”. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut mempertemukan kader dan pimpinan KAMMI dari berbagai daerah untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat konsolidasi, serta merumuskan arah gerakan ke depan.
Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI, Ahmad Jundi, dalam sambutannya menegaskan bahwa muktamar bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan momentum memperkuat identitas dan arah perjuangan organisasi.
Ia menekankan bahwa KAMMI harus tetap menjadi gerakan mahasiswa Islam yang memiliki kepedulian terhadap persoalan umat dan bangsa. Kader juga diharapkan mampu menerjemahkan gagasan menjadi kontribusi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku H. Abdullah Vanath, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Ambon sebagai tuan rumah Muktamar XIV KAMMI.
Ia menilai kehadiran kader dari berbagai daerah menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat kebangsaan di Maluku.
Abdullah Vanath juga berharap forum tersebut mampu melahirkan gagasan konstruktif bagi pembangunan daerah dan nasional. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, merawat keberagaman, serta mengambil bagian dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Semangat “Ale Rasa, Beta Rasa” yang diangkat dalam muktamar dinilai sejalan dengan nilai kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Maluku. Nilai tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui solidaritas dan kerja sama yang memberikan manfaat nyata.
Pembukaan Muktamar XIV KAMMI turut dihadiri Anggota Komisi XIII DPR RI Saadiah Uluputty, S.T., Wakil Wali Kota Ambon Elly Toisutta, Wakil Rektor II UIN A.M. Sangadji Ambon Dr. Husin Wattimena, M.Si., serta Ketua Umum Keluarga Alumni KAMMI Wilayah Maluku H. Abdullah Asis Sangkala, S.Hut., M.Si.
Melalui muktamar ini, KAMMI diharapkan dapat memperkuat peran organisasi dalam membangun kualitas generasi muda, memperluas kontribusi sosial, serta menghadirkan kader yang memiliki kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa. ***


