• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

IPB University Perkuat Kemandirian Usaha Petani Mulyaharja Lewat Pelatihan Model Bisnis

W D by W D
24 Oktober 2026
in Daerah, Nasional
0
IPB University Perkuat Kemandirian Usaha Petani Mulyaharja Lewat Pelatihan Model Bisnis
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BOGOR, KORANNUSANTARA.ID — Penguatan kapasitas kelompok tani menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong pengembangan usaha pertanian yang berkelanjutan.

Hal ini dilakukan Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian (PPP), Sekolah Vokasi IPB University, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) tahun ketiga di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor.

Program tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengembangan model bisnis yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciharashas serta Kelompok Tani Dewasa (KTD) Lemah Duhur dan Alam Jaya Makmur.

Kegiatan ini diarahkan untuk membantu kelompok mengenali potensi usaha, mengevaluasi kebutuhan pengembangan, dan merumuskan strategi bisnis sesuai kondisi masing-masing.

Salah satu pendekatan yang digunakan dalam pelatihan adalah Business Model Canvas (BMC), yakni metode pemetaan model bisnis yang membantu kelompok memahami keterkaitan antara produk, konsumen, aktivitas usaha, kebutuhan sumber daya, dan peluang pendapatan.

Melalui metode tersebut, peserta diajak mengidentifikasi jenis produk yang dapat dikembangkan, menentukan calon pembeli, menyusun strategi pemasaran, serta menilai kebutuhan operasional yang menunjang keberlangsungan usaha.

Dr.Eng. Henry Kasmanhadi Saputra, S.Pi., M.Si., IPU., bersama Widya Hasian Situmeang, S.K.Pm., M.Si., hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut.

Materi yang disampaikan mencakup pengembangan model bisnis dan peningkatan kapasitas kelompok dalam mengelola usaha pertanian.

Henry menilai penetapan tujuan merupakan langkah mendasar dalam membangun bisnis berbasis organisasi. Menurutnya, kelompok perlu memiliki sasaran yang jelas agar setiap anggota dapat bekerja secara terarah.

“Kalau membicarakan bisnis dalam sebuah organisasi, kita harus punya target, Bapak-Ibu. Target tersebut kemudian diturunkan menjadi target jangka pendek, menengah, dan panjang,” kata Henry.

Ia juga menekankan pentingnya kesamaan arah di antara anggota kelompok. Dengan tujuan yang terukur dan koordinasi yang baik, kegiatan usaha diharapkan dapat dikelola secara lebih terencana.

Produk Pertanian dan Olahan Jadi Peluang Usaha KWT

Pemetaan yang dilakukan selama pelatihan memperlihatkan beragam peluang usaha pada KWT Ciharashas. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari kegiatan budidaya, tetapi juga dari pengolahan hasil pertanian dan kegiatan edukasi.

Produk yang teridentifikasi antara lain sayuran hidroponik dan konvensional, ikan lele, telur ayam, pisang, bibit tanaman, serta berbagai komoditas umbi-umbian. Kelompok juga memiliki produk olahan berupa keripik pisang dan singkong, smoothies pakcoy, nugget lele, manisan pala, peyek, dan nasi kotak.

Keragaman tersebut memberikan pilihan bagi kelompok untuk mengembangkan usaha berdasarkan kemampuan produksi dan kebutuhan konsumen.

Segmen pasar yang berpotensi dijangkau meliputi masyarakat setempat, mahasiswa, pengunjung kawasan wisata, hingga konsumen yang membutuhkan produk maupun kegiatan edukasi pertanian.

Kendati memiliki beragam pilihan usaha, pengembangan produk tetap membutuhkan pengelolaan yang konsisten. Kualitas produk, pencatatan keuangan, penguatan identitas merek, dan ketersediaan sarana produksi menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan.

Kebutuhan lahan dan rumah tanam atau greenhouse, serta peningkatan keterampilan dalam menjalankan usaha, juga menjadi bagian dari pertimbangan pengembangan kelompok ke depan.

Akses Pemasaran Menjadi Perhatian Kelompok Tani Dewasa

Berbeda dengan KWT yang memiliki potensi pada budidaya dan pengolahan produk, KTD Lemah Duhur dan Alam Jaya Makmur mengembangkan usaha melalui sejumlah komoditas pertanian, di antaranya bayam, kangkung, talas, padi, kacang panjang, nilam, ubi jalar, singkong, dan cabai rawit.

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa pemasaran sejumlah komoditas masih mengandalkan pengepul.

Temuan ini menjadi bahan evaluasi bagi kelompok untuk mempertimbangkan perluasan jaringan pemasaran dan menjajaki akses kepada pembeli secara lebih beragam.

Selain pemasaran, pengelolaan hasil panen dan penyesuaian produksi dengan kebutuhan pasar juga menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha pertanian.

Kelompok tersebut memiliki modal sosial yang dapat mendukung upaya pengembangan, antara lain pertemuan rutin dan kegiatan gotong royong, termasuk perbaikan irigasi. Peralatan berupa traktor, pacul, koret, parang, dan arit turut menunjang kegiatan budidaya.

Meski demikian, penguatan modal usaha, pengetahuan manajemen organisasi, promosi, serta tata kelola bisnis masih diperlukan untuk meningkatkan kapasitas kelompok dalam menjalankan kegiatan pertanian.

Pemerintah Kelurahan Turut Hadir

Kegiatan pelatihan turut dihadiri Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono dan Sekretaris Kelurahan Mulyaharja Taufik Hidayat yang mewakili pemerintah setempat.

Kehadiran unsur pemerintah kelurahan menjadi bagian dari keterlibatan pemangku kepentingan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pengembangan potensi lokal.

Program ini melibatkan tim dosen Program Studi PPP, yaitu Ratih Kemala Dewi, S.P., M.Si., Ph.D.; Restu Puji Mumpuni, S.P., M.Si.; Dr.Eng. Henry Kasmanhadi Saputra, S.Pi., M.Si., IPU.; Tri Budiarto, S.K.Pm., M.Si.; Agief Julio Pratama, S.P., M.Si.; Widya Hasian Situmeang, S.K.Pm., M.Si.; Muhammad Iqbal Nurulhaq, M.Si.; dan Ririh Sekar Mardisiwi, M.Si.

Dalam pelaksanaannya, Sylvina Azkyah bertugas sebagai pembawa acara sekaligus co-fasilitator, Widya Hasian Situmeang sebagai fasilitator, serta Revalina Sulaeman, Alleta Aurel Kanayla, dan Muhammad Arif Rahman sebagai asisten.

Melalui kegiatan tersebut, hasil pemetaan model bisnis diharapkan dapat membantu KWT Ciharashas dan KTD Lemah Duhur serta Alam Jaya Makmur menentukan langkah pengembangan usaha yang lebih sesuai dengan potensi dan kebutuhan kelompok.

Pendekatan ini juga diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat perencanaan, meningkatkan kerja sama antar anggota, membenahi pengelolaan usaha, dan memperluas strategi pemasaran. Dengan demikian, potensi pertanian di Kelurahan Mulyaharja diharapkan dapat dikelola secara lebih optimal untuk mendukung keberlanjutan usaha masyarakat.

Views: 222
Previous Post

Jangan Berhenti di Topan dan Eddy! GMPET-SU Desak KPK Usut Tuntas Kasus Jalan Sumut dan DJKA

Next Post

Dua Anak Diangkat Jadi Tenaga Ahli FABEM Desak Prabowo Evaluasi hingga Pecat Menteri Haji dan Umrah

W D

W D

Next Post
Dua Anak Diangkat Jadi Tenaga Ahli FABEM Desak Prabowo Evaluasi hingga Pecat Menteri Haji dan Umrah

Dua Anak Diangkat Jadi Tenaga Ahli FABEM Desak Prabowo Evaluasi hingga Pecat Menteri Haji dan Umrah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.