Korannusantara.id – PADANGSIDIMPUAN, Kebakaran hebat melanda kawasan Kelurahan Kantin, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Sedikitnya 10 unit rumah dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Seorang warga bernama Rahmad, yang diperkirakan berusia 28 tahun, juga dilaporkan meninggal dunia akibat kebakaran.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Pihak berwenang masih melakukan pendataan dan pemeriksaan untuk memastikan penyebab serta jumlah bangunan yang terdampak.
Selain menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, peristiwa tersebut juga memunculkan sorotan warga terhadap kondisi armada pemadam kebakaran (Damkar) Kota Padangsidimpuan.
Salah seorang warga, Budi Ardiansyah Lubis, mengaku kecewa terhadap kondisi sejumlah armada Damkar yang dikerahkan ke lokasi.
Menurut Budi, beberapa kendaraan pemadam disebut mengalami kendala teknis saat proses penanganan berlangsung. Ia menyebut ada armada yang tidak dapat dihidupkan, sementara kendaraan lainnya diduga mengalami kebocoran pada bagian tangki air.
“Air yang dibawa mobil pemadam banyak yang tumpah di perjalanan karena tangki banyak bocor. Akibatnya, ketika sampai di lokasi, air yang tersedia sudah tinggal sedikit,” ujar Budi.
Budi juga menyoroti kedatangan armada tambahan yang menurutnya tiba ketika kondisi api mulai dapat dikendalikan.
Kekecewaan warga bahkan sempat memanas di lokasi. Sejumlah warga dilaporkan meluapkan protes kepada petugas Damkar. Warga juga disebut sempat memukul bagian pintu tangki salah satu armada sebagai bentuk kekecewaan terhadap proses pemadaman.
Sekretaris Damkar Kota Padangsidimpuan, Ismail Siregar, yang turun langsung ke lokasi, mengatakan pihaknya telah berupaya maksimal menangani kebakaran dengan armada yang tersedia.
“Kami sudah berupaya sebaik mungkin, tapi inilah mobil pemadam yang ada kondisinya pada saat ini,” ujar Ismail.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian warga yang berharap Pemerintah Kota Padangsidimpuan melakukan evaluasi terhadap kesiapan armada pemadam kebakaran.
Budi Ardiansyah Lubis meminta Pemko Padangsidimpuan segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi seluruh armada Damkar, termasuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap kendaraan maupun tangki air yang mengalami kerusakan.
“Kami memohon kepada Pemerintah Kota Padangsidimpuan agar memberikan perhatian dan segera memperbaiki mobil pemadam. Jangan sampai kejadian seperti ini kembali terjadi ketika ada kebakaran di daerah lain,” tegas Budi.
Masyarakat berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya terhadap kesiapan personel, tetapi juga kelayakan armada, kondisi tangki, ketersediaan air, serta sistem respons ketika terjadi kebakaran.
Sebab, kendala teknis maupun keterlambatan dalam penanganan kebakaran berpotensi memperbesar dampak terhadap keselamatan warga dan bangunan di sekitar lokasi.
Sementara itu, penyebab kebakaran, jumlah pasti bangunan yang terdampak, serta kerugian material masih menunggu pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
(Indra Saputra)



