• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Bersiap Gelar Deklarasi Nasional, GPPN Usung Semangat “Pemuda Bergerak, Presisi Mengabdi, Bersatu Jaga Nusantara”

Satukan Kekuatan Pemuda Jaga Demokrasi, Kebinekaan, dan Nusantara

Putra by Putra
24 September 2026
in Nasional
0
Bersiap Gelar Deklarasi Nasional, GPPN Usung Semangat “Pemuda Bergerak, Presisi Mengabdi, Bersatu Jaga Nusantara”

Ket. Bersiap Gelar Deklarasi Nasional, GPPN Usung Semangat “Pemuda Bergerak, Presisi Mengabdi, Bersatu Jaga Nusantara. (Foto: Logo GPPN)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id, Jakarta – Generasi Pemuda Presisi Nusantara (GPPN) akan menggelar Deklarasi Nasional dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga persatuan, kebinekaan, demokrasi, serta kepedulian sosial di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Mengusung jargon “Pemuda Bergerak, Presisi Mengabdi, Bersatu Jaga Nusantara,” GPPN hadir sebagai wadah kolaborasi generasi muda Indonesia dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan kegiatan edukatif, sosial, konstruktif, inklusif, profesional, dan kolaboratif.

Koordinator Nasional GPPN, Nasky Putra Tandjung, menegaskan bahwa pemuda bukan hanya generasi penerus, tetapi juga bagian dari kekuatan sosial bangsa yang memiliki ruang dan tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“GPPN ingin membangun ruang bersama bagi pemuda untuk bergerak, belajar, berkolaborasi, dan mengabdi. Perbedaan suku, agama, ras, budaya, dan daerah harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan, bukan menjadi alasan untuk terpecah,” tegas Nasky dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Nasky mengatakan, GPPN menjadikan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, demokrasi, dan semangat kebangsaan sebagai nilai penting dalam membangun gerakan kepemudaan yang menghargai keberagaman sekaligus mendorong partisipasi sosial yang konstruktif.

“Pemuda memiliki posisi strategis dalam merawat kebinekaan dan memperkuat persatuan. Karena itu, ruang kepemudaan harus dibangun sebagai ruang dialog, kolaborasi, edukasi, dan pengabdian, bukan ruang yang memperbesar perbedaan,” jelasnya.

Pemuda Presisi Bergerak, Bangun Kontribusi Nyata

GPPN akan mendorong sejumlah agenda kepemudaan, antara lain penguatan karakter, pengabdian masyarakat, literasi demokrasi dan kebangsaan, pengembangan kepemimpinan, literasi digital, pemberdayaan pemuda, serta kolaborasi lintas elemen masyarakat.

Pembangunan karakter diarahkan untuk membentuk generasi muda yang memiliki integritas, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, kemampuan kepemimpinan, serta kesadaran terhadap kehidupan demokrasi dan kebangsaan.

Sementara itu, bidang pengabdian masyarakat diarahkan melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin gerakan pemuda tidak berhenti pada deklarasi atau seremoni. Semangat deklarasi harus diterjemahkan menjadi kerja nyata melalui kegiatan sosial, edukasi, literasi, pengembangan kapasitas, pemberdayaan, dan kolaborasi,” ungkap Nasky.

Perkuat Literasi Demokrasi dan Ruang Digital

Dalam bidang literasi publik, GPPN mendorong peningkatan pemahaman generasi muda mengenai kebangsaan, demokrasi, hukum, sosial, kepemudaan, dan literasi digital.

GPPN juga memandang ruang digital sebagai bagian penting dari kehidupan generasi muda. Karena itu, teknologi dan media sosial akan didorong untuk dimanfaatkan secara bertanggung jawab sebagai sarana edukasi, kreativitas, produktivitas, dokumentasi, komunikasi publik, dan penyebaran informasi yang positif.

“Pemuda harus memiliki kemampuan untuk memilah informasi, menghargai perbedaan pandangan, mengedepankan dialog, dan menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab. Literasi menjadi bagian penting dari penguatan kualitas generasi muda,” jelas Nasky.

GPPN Satukan Nusantara

Sebagai bagian dari pengembangan organisasi, GPPN mendorong terbentuknya jejaring kepemudaan yang berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia melalui semangat GPPN Satu Nusantara.

Pengembangan jejaring diarahkan secara bertahap melalui struktur GPPN Nasional, GPPN Provinsi, GPPN Kabupaten/Kota, hingga GPPN Kecamatan/Komunitas, dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum, tata kelola organisasi, serta kesiapan sumber daya di masing-masing wilayah.

Menurut Nasky, pembangunan jejaring tersebut bukan sekadar memperluas struktur organisasi, tetapi membuka ruang bagi pemuda di berbagai daerah untuk saling berkolaborasi dan mengembangkan kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Empat Pilar Gerakan GPPN

Untuk memperjelas arah gerakan, GPPN mengembangkan empat ruang program kepemudaan:

Pertama, PEMUDA BERGERAK, sebagai ruang gerakan sosial, kepemudaan, dan kerelawanan.

Kedua, PRESISI MENGABDI, sebagai semangat pengabdian masyarakat yang mengedepankan nilai prediktif, responsibilitas, transparansi yang berkeadilan, dan kepedulian sosial.

Ketiga, LITERASI NUSANTARA, sebagai ruang pendidikan dan literasi mengenai kebangsaan, demokrasi, hukum, sosial, digital, dan kepemudaan.

Keempat, PEMUDA BERSATU JAGA NUSANTARA, yang diarahkan untuk memperkuat kebinekaan, dialog lintas komunitas, budaya, kewirausahaan, ekonomi kreatif, keterampilan, dan pemberdayaan pemuda.

Nilai Presisi sebagai Semangat Pengabdian

GPPN juga menjadikan nilai Presisi—Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan— sebagai salah satu inspirasi dalam membangun budaya organisasi dan pengabdian.

Nilai tersebut dimaknai sebagai dorongan bagi generasi muda untuk mampu membaca berbagai persoalan, bersikap responsif dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan masyarakat, serta mengedepankan transparansi, dan keadilan dalam menjalankan kegiatan organisasi.

Sebagai Penulis Buku “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat,” Nasky mengatakan nilai-nilai tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam membangun budaya pengabdian yang berintegritas dan bertanggung jawab.

“Bagi kami, Presisi bukan sekadar istilah, tetapi semangat untuk membangun budaya pengabdian yang mampu membaca persoalan, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan keadilan,” jelas Nasky.

Menuju Indonesia Emas 2045

Nasky, yang juga merupakan Analis Kebijakan Publik dan Sosial-Politik Nasional serta alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta, menilai penguatan kualitas generasi muda merupakan bagian penting dalam mempersiapkan Indonesia menuju 2045.

Menurutnya, generasi muda perlu memiliki karakter kebangsaan sekaligus kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan sosial, ekonomi, teknologi, dan lingkungan strategis yang terus berkembang.

“Menuju Indonesia Emas 2045, generasi muda harus dipersiapkan bukan hanya sebagai penerima estafet kepemimpinan, tetapi sebagai generasi yang sejak sekarang mampu berkontribusi melalui pendidikan, inovasi, kewirausahaan, kegiatan sosial, literasi, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat,” tutur Nasky.

Ia menegaskan, GPPN membuka ruang kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menjalankan program yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Deklarasi sebagai Langkah Awal

Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Nasky menegaskan bahwa Deklarasi Nasional GPPN bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk membangun gerakan kepemudaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan deklarasi juga akan didokumentasikan dan dipublikasikan melalui berbagai kanal media sebagai bagian dari edukasi, literasi, dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai semangat kepemudaan, persatuan, demokrasi, kebinekaan, pengabdian, dan kontribusi sosial.

“Kami ingin Deklarasi Nasional GPPN menjadi titik awal dari gerakan nyata. Pemuda harus mampu hadir di tengah masyarakat, menjaga persatuan, menghormati demokrasi, merawat kebinekaan, dan memberikan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing,” kata Nasky.

Ia kembali menegaskan semangat GPPN melalui jargon: “Pemuda Bergerak, Presisi Mengabdi, Bersatu Jaga Nusantara.” “Dari Pemuda, untuk Masyarakat, untuk Persatuan Indonesia, dan untuk masa depan Nusantara,” pungkas Nasky.

Views: 227
Tags: DemokrasiGenerasi Pemuda Presisi NusantaraGPPNJaga NusantaraKebhinnekaanNasky Putra TandjungNKRIPancasilaPersatuan
Previous Post

Rektor UINSA Mundur Sorotan Bergeser ke Mutasi 75 Pegawai dan Seleksi Pejabat Bimas Islam

Next Post

Patroli Brimob Batalyon D Pelopor Sasar Sejumlah Titik Rawan di Wilayah Kabupaten Bekasi

Putra

Putra

Next Post
Patroli Brimob Batalyon D Pelopor Sasar Sejumlah Titik Rawan di Wilayah Kabupaten Bekasi

Patroli Brimob Batalyon D Pelopor Sasar Sejumlah Titik Rawan di Wilayah Kabupaten Bekasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.