Korannusantara.id – Tapanuli Selatan, Upaya memulihkan dan memperkuat layanan kesehatan masyarakat pascabencana banjir terus dilakukan melalui berbagai pendekatan inovatif. Salah satunya diwujudkan melalui program “Posyandu Rasa Pesta” yang dilaksanakan di Posyandu Kenanga 1, Kecamatan Sipirok, sebagai bagian dari revitalisasi layanan gizi bagi masyarakat, khususnya ibu dan anak.
Program tersebut mengusung konsep pelayanan posyandu yang lebih menyenangkan, interaktif, dan edukatif. Pendekatan “Rasa Pesta” dirancang untuk menciptakan suasana pelayanan yang tidak monoton sehingga masyarakat, terutama ibu yang memiliki balita, lebih antusias mengikuti kegiatan pemantauan kesehatan dan memperoleh edukasi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Pasca banjir, keberlanjutan pelayanan kesehatan dan pemantauan status gizi menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian. Kondisi lingkungan, keterbatasan akses, perubahan pola konsumsi pangan, serta terganggunya aktivitas masyarakat dapat berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan. Karena itu, penguatan kembali fungsi posyandu menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan masyarakat.
Melalui Posyandu Rasa Pesta, kegiatan pelayanan dikemas dengan berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat secara aktif. Pelayanan tidak hanya berfokus pada penimbangan dan pengukuran balita, tetapi juga diarahkan pada pemberian informasi mengenai gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, pentingnya pola asuh yang tepat, serta upaya pencegahan masalah gizi.
Suasana pelayanan yang lebih komunikatif menjadi salah satu karakter utama program ini. Kader posyandu didorong untuk berperan sebagai komunikator kesehatan yang mampu menyampaikan informasi gizi menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Dengan demikian, posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan rutin, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan interaksi bagi keluarga.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran kader dan masyarakat dalam mendukung pemantauan kesehatan ibu dan anak. Keterlibatan kader secara aktif diharapkan dapat membantu memastikan pelayanan posyandu tetap berjalan secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pemantauan pertumbuhan dan pemenuhan gizi anak secara berkala.
Konsep “Posyandu Rasa Pesta”menunjukkan bahwa revitalisasi layanan kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan yang kreatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pelayanan yang dikemas secara lebih menarik diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat serta memperkuat hubungan antara kader, tenaga kesehatan, dan keluarga penerima layanan.
Kegiatan di Posyandu Kenanga 1 Sipirok ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kembali ketahanan layanan kesehatan masyarakat setelah menghadapi dampak banjir. Dengan menggabungkan pelayanan, edukasi, dan partisipasi masyarakat, posyandu diharapkan semakin mampu menjadi garda terdepan dalam pemantauan kesehatan dan status gizi ibu dan anak di tingkat komunitas.
Melalui program tersebut, semangat revitalisasi posyandu tidak hanya dimaknai sebagai pemulihan layanan setelah bencana, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan model pelayanan yang lebih aktif, ramah, edukatif, dan menyenangkan. Posyandu Kenanga 1 Sipirok diharapkan dapat terus menjadi ruang pelayanan kesehatan masyarakat yang mampu menjawab kebutuhan keluarga sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan bebas dari masalah gizi.
(Ronald Harahap)



