Korannusantara.id – PALOPO, Korps HMI-Wati (KOHATI) memasuki usia ke-60 tahun. Enam dekade perjalanan tersebut menjadi momentum refleksi atas kiprah perempuan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam pengembangan intelektualitas, kaderisasi, perjuangan hak-hak perempuan, serta kontribusi bagi bangsa dan umat.
Ketua KOHATI Cabang Palopo, Zhafira Amanda, mengatakan usia 60 tahun bukan sekadar angka, melainkan jejak panjang perjuangan perempuan yang terus berupaya mengambil peran dalam perjalanan sejarah.
Menurutnya, KOHATI lahir dari kesadaran bahwa perempuan bukan hanya objek yang diceritakan, tetapi juga subjek yang memiliki hak untuk menulis, menafsirkan, dan menentukan arah masa depan bangsa.
“Enam puluh tahun bukan sekadar angka. Ia adalah jejak langkah perempuan yang tak lelah menulis namanya di pinggir sejarah, lalu perlahan memindahkannya ke tengah panggung zaman,” ujar Zhafira dalam refleksinya.
Selama enam dekade, lanjut Zhafira, KOHATI telah menjadi ruang bagi banyak perempuan untuk menemukan keberanian dalam menyampaikan gagasan dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Berbagai proses dilakukan melalui kajian, pelatihan, karya seni hingga advokasi. Ruang-ruang tersebut dinilai mampu mengubah rasa takut menjadi keberanian, gagasan menjadi karya, serta karya menjadi gerakan.
“KOHATI telah menjadi tempat banyak perempuan menemukan dua hal penting, yakni ilmu yang mencerahkan dan keberanian yang menggerakkan,” katanya.
Ia menambahkan, menjadi perempuan yang cerdas tidak hanya diukur dari pencapaian akademik. Lebih dari itu, kader KOHATI dituntut memiliki keberpihakan terhadap nilai-nilai keadilan, kebenaran dan kemaslahatan umat.
Perjalanan 60 tahun KOHATI, menurut Zhafira, tentu tidak terlepas dari berbagai dinamika. Tantangan internal, kaderisasi hingga pergulatan menemukan identitas di tengah perubahan zaman menjadi bagian dari perjalanan organisasi.
Namun, berbagai tantangan tersebut tidak menghilangkan keyakinan bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan HMI, Islam dan Indonesia.
Memasuki usia ke-60 tahun, Zhafira mengajak seluruh kader dan keluarga besar KOHATI untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat kontribusi perempuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Mari tetap bergandengan tangan dengan penuh semangat, terus memperjuangkan hak-hak perempuan dengan cinta yang tulus, serta terus berkontribusi bagi bangsa,” pungkasnya.



