Korannusantara.id – TERNATE, 15 September 2026, Pemuda ICMI Maluku Utara mendorong pemerintah dan Badan Narkotika Nasional (BNN) segera membentuk BNN Kabupaten (BNNK) di wilayah pertambangan serta Kota Ternate sebagai salah satu pintu masuk utama Maluku Utara.
Wakil Ketua Bidang Advokasi Pemuda ICMI Maluku Utara, Rustam Abd Gani, SH, MH, menilai pesatnya perkembangan investasi pertambangan dan mobilitas penduduk di Maluku Utara perlu diikuti dengan penguatan pengawasan terhadap peredaran narkotika.
Menurut Rustam, pertumbuhan kawasan tambang turut meningkatkan mobilitas masyarakat dari berbagai daerah, termasuk tenaga kerja asing. Kondisi tersebut, kata dia, melahirkan dinamika sosial yang perlu diantisipasi, termasuk potensi gangguan keamanan, kesehatan, lingkungan, dan penyalahgunaan narkoba.
“BNNK Halteng, Haltim dan Halsel sudah seharusnya dibentuk, begitu juga Kota Ternate sebagai pintu masuk utama Maluku Utara. Negara tidak bisa lagi menjadikan efisiensi anggaran sebagai alasan di tengah ancaman nonmiliter terhadap negara,” ujar Rustam, yang akrab disapa Bang Palu.
Ia menilai keberadaan BNNP Maluku Utara saja belum cukup untuk menjangkau wilayah provinsi yang terdiri dari 10 kabupaten dan dua kota dengan kondisi geografis kepulauan.
Rustam menyebut saat ini BNN telah hadir di tingkat provinsi, serta di Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kota Tidore Kepulauan. Namun, masih terdapat sejumlah wilayah strategis yang membutuhkan penguatan kelembagaan BNN di tingkat kabupaten/kota.
“Tidak mungkin BNN Maluku Utara bisa menjangkau berbagai pintu masuk narkoba dari berbagai penjuru dengan wilayah yang begitu luas dan berpulau-pulau,” katanya.
Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui sosialisasi dan rehabilitasi terhadap masyarakat yang telah terdampak. Pengawasan di wilayah yang berpotensi menjadi jalur masuk dan peredaran narkoba juga harus diperkuat.
Rustam berharap BNN RI dan pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap ancaman narkoba di kawasan pertambangan Maluku Utara. Pembentukan BNNK di Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Selatan dan Kota Ternate dinilai penting untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkotika secara lebih efektif.
“Jangan sampai kita sibuk menyosialisasikan bahaya narkoba dan merehabilitasi masyarakat yang sudah terdampak, sementara di wilayah tertentu peredaran narkoba masih bisa berlangsung tanpa pengawasan yang maksimal,” tegasnya.



