• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Hukum & Kriminal

Aksi 1.000 Lilin: “Kami Yakin Winda Lorenza Gowasa Bukan Bunuh Diri”

Redaksi by Redaksi
30 Agustus 2026
in Hukum & Kriminal
0
Aksi 1.000 Lilin: “Kami Yakin Winda Lorenza Gowasa Bukan Bunuh Diri”
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – MEDAN, Di atas kursi roda yang telah lama menjadi tumpuannya, Yestin Laia merajut sisa-sisa tenaga di tengah hembusan angin malam Kota Medan. Keterbatasan fisik tak mampu memadamkan bara perjuangannya untuk mencari kebenaran atas kematian putrinya, Winda Lorenza Gowasa.

 

Jumat (28/8/2026) malam, di pinggir Jalan Lapangan Merdeka, Medan, Yestin duduk terpaku memandangi bingkai foto putrinya yang dikelilingi lautan lilin dan mawar putih. Di hadapan puluhan massa yang mengikuti aksi damai 1.000 lilin, air matanya terus menetes.

 

Yestin meyakini putrinya tidak meninggal karena bunuh diri sebagaimana narasi yang selama ini berkembang dalam penanganan perkara. Ia menduga masih terdapat sejumlah kejanggalan yang perlu diungkap secara transparan melalui proses hukum yang objektif.

 

Didampingi suaminya, Sanalui Gowasa (55), Yestin menyampaikan harapannya dengan suara berat namun penuh keteguhan. Suasana aksi yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB selepas Magrib berlangsung khidmat. Massa menyalakan lilin sambil memanjatkan doa, tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.

 

“Ya Tuhan, tunjukkanlah kepada kami. Semoga hati bapak-bapak itu terbuka, karena kami yakin anak kami bukan bunuh diri,” ucap Yestin dengan suara bergetar.

 

Bagi Yestin, perjuangan tersebut bukan sekadar upaya seorang ibu menerima kehilangan. Ia ingin seluruh fakta di balik kematian putrinya yang berusia 30 tahun dapat terungkap secara terang.

 

Keyakinan itu semakin kuat ketika ia mengingat kembali hubungan Winda dengan mantan suaminya, Brigadir Imansyah Harefa. Keduanya diketahui telah resmi bercerai pada 2021. Namun, pada Juli 2026, Winda yang saat itu berada di Jakarta kembali bertemu dengan keluarga mantan suaminya.

 

Menurut Yestin, Winda kemudian dijemput oleh orang tua Brigadir Imansyah. Dalam pertemuan tersebut, Brigadir Imansyah disebut menyampaikan niat untuk bertaubat dan kembali membangun rumah tangga demi anak-anak mereka.

 

“Saya juga bertemu dengan Brigadir IH. Dia bilang sudah bertaubat dan ingin kembali demi anak-anak,” kenang Yestin.

 

Namun, menurut keluarga, setelah sempat kembali tinggal bersama selama sekitar dua bulan, Winda kemudian ditemukan meninggal dunia dalam kondisi yang oleh keluarga dinilai menyisakan sejumlah kejanggalan.

 

Tiga Tuntutan Keluarga Winda

 

Aksi damai 1.000 lilin tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang Winda, tetapi juga menjadi wadah penyampaian tuntutan keluarga agar proses hukum terhadap perkara tersebut dilakukan secara transparan dan objektif.

 

Dalam aksi tersebut, keluarga dan massa membentangkan sejumlah spanduk serta menyampaikan tuntutan agar penanganan perkara Winda dialihkan dari Polrestabes Medan kepada Polda Sumatera Utara.

 

Selain itu, keluarga juga meminta dilakukan ekshumasi terhadap jenazah Winda yang telah dimakamkan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengungkap fakta-fakta yang masih dipertanyakan keluarga terkait penyebab kematian Winda.

 

Tim kuasa hukum keluarga almarhumah Winda Lorenza Gowasa turut hadir dalam aksi tersebut. Tim yang diketuai Paul Junisu Jethro Tambunan, S.H., M.H., didampingi Utreck Richardo Siringoringo, S.H., M.H., Marudut Hasiholan Gultom, S.H., M.H., Daniel Steven Sihotang, S.H., Marthin Van Hof Manurung, S.H., Farasian Marbun, S.H., Yetti Q.H. Simamora, S.H., M.H., dan Rizon Polmar Simanjuntak, S.H., kembali menegaskan tiga tuntutan utama keluarga.

 

Pertama, segera dilakukan ekshumasi terhadap jenazah Winda Lorenza Gowasa.

 

Kedua, proses penyidikan perkara diambil alih oleh Polda Sumatera Utara.

Ketiga, penanganan perkara dilakukan secara transparan dan objektif.

Paul menegaskan, pihak keluarga hanya menginginkan perkara tersebut diusut secara terbuka sehingga setiap dugaan kejanggalan dapat diuji melalui proses hukum.

 

“Kalau tidak ada yang ditutupi dan tidak ada kejanggalan, kami berharap Kapolda Sumut, Direktur Reserse Kriminal Umum, serta Kapolrestabes Medan dapat responsif untuk segera melaksanakan ekshumasi. Dengan begitu, kasus ini bisa terang-benderang dan kejanggalan yang dirasakan keluarga dapat terungkap,” tegas Paul.

 

Aksi 1.000 lilin itu pun ditutup dengan doa. Di tengah nyala lilin dan foto Winda yang menjadi pusat perhatian, keluarga kembali menitipkan harapan agar proses hukum berjalan transparan dan kebenaran mengenai kematian Winda Lorenza Gowasa dapat segera terungkap.

Views: 92
Tags: Aksi 1.000 LilinBukan Bunuh DiriIstri PolisiKapolri Listyo Sigit PrabowoPolda SumutWinda Lorenza Gowasa
Previous Post

Penasehat Hukum Korban Apresiasi Respons Cepat Polres Tapsel serta Polsek Batangtoru

Next Post

Patroli Brimob Yon D Pelopor Sasar Wilayah Kabupaten Bekasi, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Patroli Brimob Yon D Pelopor Sasar Wilayah Kabupaten Bekasi, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar

Patroli Brimob Yon D Pelopor Sasar Wilayah Kabupaten Bekasi, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.