Korannusantara.id – Padangsidimpuan, 25 Agustus 2026, Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan (UNAR) Kota Padangsidimpuan menyelenggarakan workshop kurikulum dengan tema “Integrasi Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) Sarjana Farmasi dengan Pendidikan Profesi Apoteker”, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan akademik ini menghadirkan Prof. Dr. Apt. Yandi Syukri, M.Si. sebagai narasumber. Workshop diikuti oleh jajaran pimpinan universitas serta dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan. Kehadiran unsur pimpinan dan tenaga pendidik menunjukkan komitmen institusi dalam memperkuat tata kelola dan pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap tuntutan pendidikan tinggi bidang kefarmasian.
Workshop menjadi ruang akademik untuk membahas pengembangan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran atau learning outcomes. Pendekatan OBE menempatkan kompetensi lulusan sebagai fokus utama dalam perencanaan, pelaksanaan, asesmen, hingga evaluasi proses pendidikan, sehingga setiap komponen kurikulum memiliki keterkaitan yang jelas dengan profil dan kompetensi lulusan yang diharapkan.
Dalam konteks pendidikan kefarmasian, integrasi antara Program Sarjana Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker menjadi aspek strategis untuk memastikan kesinambungan kompetensi mahasiswa dari tahap pendidikan akademik menuju pendidikan profesi. Keselarasan tersebut diperlukan agar capaian pembelajaran pada jenjang sarjana dapat menjadi fondasi yang kuat bagi pengembangan kompetensi profesional pada tahap pendidikan profesi.
Melalui workshop ini, dosen diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai curriculum alignment, pemetaan capaian pembelajaran lulusan, struktur mata kuliah, metode pembelajaran, serta sistem asesmen yang selaras dengan prinsip OBE. Pembahasan juga diarahkan pada bagaimana kurikulum dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, serta mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kefarmasian yang terus berkembang.
Rektor Universitas Aufa Royhan Dr. Anto, SKM., M.Kes., MM turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan mutu akademik dan pengembangan pendidikan kefarmasian di lingkungan universitas. Kolaborasi antara pimpinan dan dosen menjadi bagian penting dalam memastikan implementasi kurikulum tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas proses pembelajaran dan kompetensi lulusan.
Dengan terselenggaranya workshop ini, Universitas Aufa Royhan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengembangan dan penyelarasan kurikulum berbasis OBE. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kesinambungan pendidikan Sarjana Farmasi dengan Pendidikan Profesi Apoteker sekaligus mendukung peningkatan mutu akademik, relevansi lulusan, dan pencapaian standar pendidikan kefarmasian yang berkelanjutan.
(Ronald Harahap)




