• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Analis: Komitmen Polri Wujudkan Asta Cita Presiden Sudah On The Track, Swasembada Bawang Putih hingga Raih Rekor MURI

Putra by Putra
19 Agustus 2026
in Nasional
0
Analis: Komitmen Polri Wujudkan Asta Cita Presiden Sudah On The Track, Swasembada Bawang Putih hingga Raih Rekor MURI

Ket. Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto menghadiri penanaman bawang putih serentak, panen raya, serta groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri di Sembalun, Lombok Timur, NTB, Rabu (19/8/2026). (Foto: Polri)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id, Jakarta – Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tandjung menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran Polri atas komitmen, kerja nyata, dan dedikasi tinggi dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya pada sektor ketahanan pangan dan percepatan terwujudnya swasembada bawang putih nasional.

Menurutnya, Sebagai bagian dari kebijakan publik yang berorientasi pada ketahanan dan kemandirian pangan nasional, langkah institusi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto patut mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh.

“Komitmen tersebut menunjukkan bahwa peran institusi Polri tidak semata-mata berada pada ranah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dapat berkontribusi dalam agenda strategis nasional yang berdampak langsung terhadap kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” ujar Nasky dalam keterangannya, pada Rabu (19/8/2026).

Nasky Putra Tandjung yang merupakan Penulis Buku “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat” mengatakan, Salah satu bentuk konkret kontribusi Korps Bhayangkara tersebut diwujudkan melalui gerakan penanaman bawang putih secara serentak di lahan terluas, yang mencapai 279,53 hektare, tersebar di 59 Polres pada 14 Polda. Program tersebut memperoleh Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dan menjadi simbol penting bahwa institusi negara dapat mengoptimalkan sumber daya serta jejaring kewilayahan untuk mendukung agenda swasembada pangan.

Dari perspektif kebijakan publik, Nasky mengungkapkan capaian tersebut memiliki nilai strategis karena program tidak berhenti pada seremoni penanaman, tetapi melibatkan 110 kelompok tani dengan 2.174 petani, dengan potensi produksi sekitar 2.795 ton bawang putih. Di Sembalun, Lombok Timur, kegiatan juga disertai panen raya pada lahan 105 hektare yang melibatkan 9 kelompok tani dan 287 petani, dengan potensi hasil sekitar 1.050 ton.

Selanjutnya penyerahan alat dan mesin pertanian serta sarana produksi kepada kelompok tani semakin memperlihatkan pendekatan kebijakan yang mengintegrasikan produksi, pemberdayaan petani, dan dukungan sarana pertanian.

“Lebih jauh, akumulasi program yang telah mencakup 2.593,1 hektare lahan di 17 Polda dan 66 Polres, dengan 927,6 hektare di antaranya telah ditanami dan melibatkan 117 kelompok tani serta 2.257 petani, menunjukkan adanya upaya membangun ekosistem ketahanan pangan melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kewilayahan,” jelasnya.

Menurut pandangannya, langkah ini merupakan bentuk konkret Polri dalam menterjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian pangan nasional di tengah ketidakpastian dan dinamika geopolitik global. Ketahanan pangan bukan sekadar persoalan produksi, tetapi merupakan bagian dari ketahanan nasional, stabilitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kedaulatan negara.

Karena itu, komitmen Polri untuk mendukung target swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan layak diapresiasi sebagai kebijakan yang membutuhkan konsistensi, kesinambungan, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Kolaborasi Polri dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, kelompok tani, akademisi, dunia usaha, dan mitra strategis harus terus diperkuat agar program memiliki dampak jangka panjang dan tidak berhenti pada capaian administratif maupun rekor semata.

Dalam perspektif pembangunan, keberhasilan program seharusnya diukur dari meningkatnya produktivitas petani, bertambahnya luas tanam dan panen, meningkatnya kesejahteraan masyarakat tani, berkurangnya ketergantungan terhadap pasokan impor, serta terbentuknya rantai pasok bawang putih nasional yang kuat dan berkelanjutan.

“Gerakan ini memperlihatkan bahwa semangat Polri Presisi dapat diterjemahkan melalui kontribusi nyata yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, Founder Nasky Milenial Center (NMC) menilai langkah Polri tersebut sudah berada pada jalur yang tepat atau on the track dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.

Namun, perspektif ilmiah kebijakan publik mengharuskan capaian tersebut dilanjutkan dengan konsistensi program, evaluasi berbasis data, peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, kepastian pasar, serta keberlanjutan rantai pasok.

Selain itu, Nasky Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta itu menjelaskan, komitmen Polri untuk mendukung target swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan merupakan langkah strategis yang patut mendapatkan dukungan masyarakat sipil. Terlebih, pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, kelompok tani, dan berbagai mitra strategis.

“Pada akhirnya, sinergi antara pemerintah, Polri, pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk mewujudkan cita-cita besar menuju Indonesia yang mandiri pangan, berdaulat secara ekonomi, dan semakin kuat menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kami berharap komitmen, konsistensi, dan kolaborasi tersebut terus dijaga hingga target swasembada benar-benar terwujud.

“Ketahanan pangan adalah kepentingan bersama; swasembada pangan adalah bagian dari kedaulatan bangsa; dan setiap kerja nyata yang memperkuat kemandirian pangan harus mendapatkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Seluruh ikhtiar tersebut harus ditempatkan dalam satu orientasi utama: kepentingan rakyat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.

Views: 241
Tags: Analis Kebijakan PublikAsta Cita Presiden PrabowoBawang PutihKapolriListyo Sigit PrabowoNasky Putra TandjungPetaniPolriPolri PresisiPolri Untuk MasyarakatSwasembada pangan
Previous Post

Syamsul Rizal Dano Jiko : Kampung Tongowai Gam Tina dan Awal Peradaban Islam di Kesultanan Tidore

Next Post

Tampilkan Keberagaman Budaya Indonesia, MTs Ummul Quro Sabet Juara 1 Pawai Karnaval Kundur Barat

Putra

Putra

Next Post
Tampilkan Keberagaman Budaya Indonesia, MTs Ummul Quro Sabet Juara 1 Pawai Karnaval Kundur Barat

Tampilkan Keberagaman Budaya Indonesia, MTs Ummul Quro Sabet Juara 1 Pawai Karnaval Kundur Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.