Jakarta, 20 Juli 2026 – Proses pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) periode 2026–2029 memasuki tahapan penting dengan digelarnya forum penyampaian visi, misi, dan gagasan para kandidat menjelang Kongres IX.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh calon menegaskan komitmen untuk menjaga proses demokrasi organisasi melalui penandatanganan Pakta Integritas.
Agenda yang berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Jakarta, diikuti enam kandidat, yakni Achmad Donny, Ahmad Chalil Gibran, Muhammad Senanatha, M. Dwi Apriyanto, Febriansyah Putra, dan Gurun Arisastra. Masing-masing memaparkan arah pemikiran dan program yang ditawarkan untuk membawa SEMMI menghadapi tantangan organisasi di masa mendatang.
Penandatanganan Pakta Integritas menjadi simbol kesepakatan bersama agar seluruh tahapan kongres berlangsung secara tertib, transparan, demokratis, dan tetap menjunjung tinggi etika organisasi. Selain itu, para kandidat juga menyatakan kesiapan menerima hasil pemilihan serta menjaga suasana kondusif selama pelaksanaan kongres.
Ketua Umum PB SEMMI dalam sambutannya mengajak seluruh kader menjadikan momentum kongres sebagai sarana memperkuat persatuan.
Ia menekankan bahwa regenerasi kepemimpinan merupakan bagian dari kesinambungan organisasi yang harus dijalankan dengan semangat kebersamaan.
Menurutnya, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin PB SEMMI memiliki tanggung jawab untuk merangkul seluruh kader dan melanjutkan perjuangan organisasi demi memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Forum tersebut turut dihadiri jajaran Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, di antaranya Ketua Bidang Serumpun Syarikat Islam Muhammad Nur, Wakil Presiden N. Syamsuddin Ch. Haesy, Wakil Presiden Ir. Agustanzil Sjahroezah, M.P.A., Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Hilman Ismail Metareum, S.E., serta Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Ervan Taufiq, S.E., M.E.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Nur memberikan apresiasi atas penyampaian visi dan gagasan dari seluruh kandidat. Ia berharap dinamika yang terjadi selama kongres tetap berada dalam bingkai persaudaraan dan tidak mengurangi semangat kebersamaan sebagai keluarga besar SEMMI.
Steering Committee Kongres IX PB SEMMI juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan organisasi. Namun, seluruh peserta diharapkan mampu menempatkan kepentingan SEMMI di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Mengusung tema “SEMMI Satu, Wujudkan Astacita”, Kongres IX diharapkan menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu memperkuat kapasitas organisasi, menjaga nilai-nilai perjuangan, serta membangun sinergi antarkader dalam menghadapi berbagai tantangan pada periode 2026–2029.



