• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Jakarta Fair 2026: 32 Hari, Jutaan Perjalanan Satu Tantangan Operasional

Di balik salah satu agenda tahunan terbesar di Indonesia, Secure Parking Indonesia memastikan mobilitas kawasan tetap tertib sehingga jutaan pengunjung dapat menikmati Jakarta Fair dengan lebih aman dan nyaman.

Redaksi by Redaksi
13 Juli 2026
in Daerah
0
Jakarta Fair 2026: 32 Hari, Jutaan Perjalanan Satu Tantangan Operasional
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Jakarta, 13 Juli 2026, Selama 32 hari penyelenggaraan, Jakarta Fair Kemayoran (PRJ) 2026 kembali mengubah kawasan JIExpo Kemayoran menjadi salah satu pusat aktivitas terbesar dan terpadat di Indonesia.

Ribuan pelaku usaha, jutaan pengunjung, beragam pertunjukan hiburan, hingga transaksi ekonomi bernilai triliunan rupiah berlangsung dalam satu kawasan yang beroperasi sejak pagi hingga malam hari. Kondisi tersebut menuntut pengelolaan mobilitas dan sistem parkir yang andal.

Jakarta Fair yang digelar pada 11 Juni hingga 12 Juli 2026 mencatatkan 6,1 juta pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp8,2 triliun. Sebanyak 2.800 perusahaan berpartisipasi melalui sekitar 1.800 stan yang tersebar di berbagai area pameran, menjadikan Jakarta Fair sebagai salah satu pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara.

Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan besarnya aktivitas ekonomi di dalam area pameran, tetapi juga tingginya mobilitas masyarakat menuju dan meninggalkan kawasan JIExpo Kemayoran selama 32 hari penyelenggaraan.

Ribuan kendaraan terus keluar masuk setiap hari, mengantar pengunjung datang, beraktivitas, hingga kembali ke tujuan masing-masing.Bagi Secure Parking Indonesia (SPI), menjaga kelancaran mobilitas jutaan pengunjung selama penyelenggaraan Jakarta Fair merupakan bagian penting dari keberhasilan sebuah acara berskala nasional.

Mengelola Mobilitas Event Berskala Nasional Berbeda dengan pusat perbelanjaan atau gedung perkantoran yang memiliki pola kunjungan relatif stabil, Jakarta Fair menghadirkan dinamika operasional yang berubah setiap hari.

Volume kendaraan dipengaruhi oleh hari kerja, akhir pekan, jadwal hiburan, hingga pola kedatangan dan kepulangan pengunjung yang terus bergeser selama acara berlangsung.Untuk mendukung kebutuhan tersebut, SPI mengoperasikan layanan parkir selama 24 jam yang mencakup tiga zona operasional utama, yaitu sisi timur, utara, dan barat kawasan JIExpo Kemayoran.

Secara keseluruhan, operasional didukung oleh 20 pintu masuk dan 15 pintu keluar untuk kendaraan roda empat, serta 21 pintu masuk dan 8 pintu keluar untuk kendaraan roda dua. Sistem ini memungkinkan distribusi arus kendaraan berlangsung lebih tertata di berbagai titik akses kawasan.Tantangan operasional semakin besar karena sejak dua tahun terakhir telah diberlakukan larangan parkir di badan jalan sekitar kawasan JIExpo, sehingga kebutuhan terhadap area parkir resmi meningkat secara signifikan.

Pada akhir pekan, ketika jumlah pengunjung melonjak, SPI menugaskan 293 personel operasional, meningkat dibandingkan 237 personel pada hari kerja, guna memastikan seluruh layanan tetap berjalan optimal.«”Mengelola parkir pada event berskala besar seperti Jakarta Fair bukan hanya melayani kendaraan dalam jumlah besar.

Tantangan utamanya adalah menjaga agar mobilitas tetap mengalir ketika pola kedatangan dan kepulangan pengunjung terus berubah. Karena itu, setiap titik akses harus dipantau secara berkelanjutan agar potensi kepadatan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi antrean yang mengganggu kenyamanan pengunjung,” ujar Andiyanto, General Manager Operation SPI.

Menurut Andiyanto, keberhasilan operasional pada event berskala besar sangat bergantung pada kemampuan tim membaca dinamika di lapangan secara cepat, mengoptimalkan penempatan personel sesuai kondisi aktual, serta menjaga koordinasi antartim agar setiap perubahan situasi dapat direspons secara tepat.Infrastruktur yang Jarang Terlihat, tetapi Sangat Menentukan keberhasilan sebuah event umumnya diukur dari jumlah pengunjung, nilai transaksi, atau kemeriahan acara. Namun di balik itu, terdapat berbagai sistem pendukung yang bekerja tanpa henti agar seluruh aktivitas dapat berlangsung tertib dan lancar.

Salah satunya adalah sistem pengelolaan mobilitas.Kelancaran akses masuk, sirkulasi kendaraan yang terkendali, hingga proses keluar kawasan yang tertib menjadi bagian penting dari pengalaman pengunjung, meski sering kali luput dari perhatian. Padahal, ketika salah satu proses tersebut terganggu, dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh kawasan.

Karena itu, SPI memandang pengelolaan parkir bukan sekadar penyediaan ruang kendaraan, melainkan bagian dari infrastruktur operasional yang mendukung kelancaran penyelenggaraan sebuah event secara menyeluruh.

“Semakin besar skala sebuah event, semakin penting pula peran infrastruktur pendukung yang bekerja di balik layar. Pengunjung mungkin datang untuk menikmati pameran, konser, atau berbelanja, tetapi seluruh pengalaman tersebut dimulai sejak mereka memasuki kawasan. Ketika mobilitas dapat dikelola dengan baik, seluruh ekosistem acara ikut bekerja lebih efektif,” kata Rustam Rachmat, Managing Director SPI.»Menurut Rustam, pengelolaan mobilitas kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas penyelenggaraan kawasan maupun event berskala besar.

Bukan hanya untuk memastikan kendaraan dapat ditampung, tetapi juga agar masyarakat dapat mengakses kawasan dengan lebih aman, tertib, dan nyaman.Ketika Sebuah Kawasan Terus BergerakJakarta Fair 2026 menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah event tidak hanya ditentukan oleh aktivitas di dalam area pameran, tetapi juga oleh kemampuan seluruh sistem pendukung bekerja secara terpadu.

Selama 32 hari penyelenggaraan, lebih dari 2.800 peserta pameran, 6,1 juta pengunjung, serta berbagai aktivitas yang berlangsung hampir tanpa henti membentuk sebuah ekosistem yang terus bergerak setiap hari.Ketika pengunjung dapat datang, menikmati seluruh rangkaian acara, lalu kembali pulang tanpa harus memikirkan bagaimana kendaraan mereka dikelola sejak memasuki hingga meninggalkan kawasan, di situlah sistem pengelolaan mobilitas menjalankan fungsinya dengan baik – tidak menjadi pusat perhatian, tetapi menjadi fondasi yang memungkinkan seluruh aktivitas di kawasan berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

 

Views: 149
Tags: Jakarta FairJIExpo KemayoranSecure Parking IndonesiaSPI
Previous Post

HIMMAH Geruduk PLN dan Mabes Polri: Tangkap Dirut PLN Darmawan Prasodjo

Next Post

PTPN IV PalmCo Bekali 50 UMKM dan Warga Lewat Baking Class, Dorong Lahirnya Peluang Usaha Baru

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
PTPN IV PalmCo Bekali 50 UMKM dan Warga Lewat Baking Class, Dorong Lahirnya Peluang Usaha Baru

PTPN IV PalmCo Bekali 50 UMKM dan Warga Lewat Baking Class, Dorong Lahirnya Peluang Usaha Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.