• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Prof Didik Dorong Reformasi Pengelolaan SDA Indonesia Agar Jangan Dikuasai Asing

Redaksi by Redaksi
29 Juni 2026
in Nasional
0
Prof Didik Dorong Reformasi Pengelolaan SDA Indonesia Agar Jangan Dikuasai Asing

Ket : Prof. Didik J. Rachbini mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengundangnya untuk berdiskusi mengenai pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Jakarta, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menggelar diskusi publik bertajuk “Sumber Daya Alam: Berkah atau Kutukan?” pada Senin (29/6/2026). Diskusi SDA tersebut menghadirkan Ekonom Senior INDEF Prof. Didik J. Rachbini, Research Associate INDEF Nailul Farih, serta Managing Director Paramadina Public Policy Institute Muhamad Rosyid Jazuli, dengan moderator Angelica Tambunan.

Dalam pengantarnya, Prof. Didik J. Rachbini mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengundangnya untuk berdiskusi mengenai pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia. Menurutnya, Presiden memiliki keinginan agar kekayaan alam Indonesia tidak lagi dikuasai oleh pihak asing, melainkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Didik perlu membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan pemikirannya terkait masa depan bangsa.

“Saya memang mendorong anak muda ya supaya pemikiran pemikirannya di dengar di publik di masyarakat ya,” ucap Prof. Didik.

Prof. Didik juga menyinggung sejarah panjang eksploitasi sumber daya alam Indonesia pada masa kolonial.

“Bahwa 300 tahun kekayaan Indonesia itu di keruk oleh Belanda, dan Belanda menjadi negara nomor 1 pendapat per kapita mya paling tinggi dan menjadikan kota amsterdam itu modren.” ucap Prof. Didik.

Menurut Prof. Didik, agar sumber daya alam menjadi berkah bagi bangsa, terdapat empat faktor utama yang harus diperbaiki, yakni:

1. Hak kepemilikan.

2. Institusi politik.

3. Kualitas tata kelola.

4. Efektivitas birokrasi dan akuntabilitas.

Prof. Didik menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, melainkan pada kebijakan dan sistem yang mengelolanya.

“Jadi saudara sekalian apa yang harus kita bereskan agar sumber daya alam itu menjadi berkah. Yang pertama itu yang harus di benahi bukan sumber daya alamnya tetapi kebijakan nya dan sistem ekonomi politik nya karna hak kepemilikan itu harus di lindungi kemudian institusi politik harus kuat mendukung bisnis.” ujar Prof. Didik.

Dalam kesempatan itu, Prof. Didik juga menyinggung dinamika politik nasional.

“Jangan seperti sekarang, seperti sekarang itu jokowi keliling ya karna sudah mulai retak hubungannya dan dulu berjanji untuk pulang ke solo mengasuh cucu ternyata nafsu politiknya tinggi sekali dan kemudian sekarang berkeliling. Dan ini punya dampak baru kepada ekonomi, dan bisa mengakibatkan konflik ya.”

Selain itu, ia menyoroti pentingnya tata kelola dalam pengelolaan kekayaan negara.

“Kemudian kualitas tata kelola nah tata kelola ini penting. Kalau dapat sumber daya alam kemudian di masukkan ke MBG 320t tapi tata kelola nya jelek seperti yang sekarang.” ucap Prof. Didik dalam pengantarnya.

Melalui diskusi tersebut, INDEF menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sumber daya alam Indonesia tidak hanya bergantung pada besarnya cadangan kekayaan alam yang dimiliki, tetapi juga pada kualitas kebijakan, institusi politik, tata kelola, serta birokrasi yang mampu menjamin pengelolaan SDA secara efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan nasional.

Views: 193
Tags: Antek Antek AsingIndefPrabowo SubiantoProf Didik J.Rachbinisumber daya alam
Previous Post

Polres Padangsidimpuan Gelar KRYD, Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Aman Dan Kondusif

Next Post

Kawal Ketahanan Energi, PB HMI Desak Komisi XII DPR RI dan BPH Migas Usut Dugaan Penyalahgunaan BBM oleh PT. Rhesmatama di Inhil

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Kawal Ketahanan Energi, PB HMI Desak Komisi XII DPR RI dan BPH Migas Usut Dugaan Penyalahgunaan BBM oleh PT. Rhesmatama di Inhil

Kawal Ketahanan Energi, PB HMI Desak Komisi XII DPR RI dan BPH Migas Usut Dugaan Penyalahgunaan BBM oleh PT. Rhesmatama di Inhil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.