Korannusantara.id- Jakarta, Dewan Pers bekerja sama dengan Indonesian Digital Association (IDA) dan Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas menggelar Pelatihan AI untuk Produksi Kreatif sebagai upaya memperkuat transformasi digital di industri media nasional serta meningkatkan pemahaman pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara produktif dan bertanggung jawab.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada Selasa (23/6/2026) ini diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan dilaksanakan secara hybrid, yakni melalui kehadiran langsung di lokasi kegiatan dan secara daring melalui Zoom Meeting, mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.
Acara dibuka oleh Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif terhadap teknologi AI, baik dari sisi teori maupun penerapannya dalam dunia kerja.
Menurut Totok, AI harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas, tanpa menghilangkan peran utama manusia dalam berpikir kritis dan menghasilkan kreativitas.
“AI jangan hanya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan secara instan. Manusia tetap harus mengoptimalkan kemampuan berpikir, menganalisis, dan berkreasi. AI merupakan alat bantu yang mendukung produktivitas, sementara kreativitas dan pengambilan keputusan tetap berada pada manusia,” ujar Totok.
Melalui pelatihan ini, Dewan Pers berharap insan media, pelaku industri kreatif, dan masyarakat dapat semakin siap menghadapi perkembangan teknologi digital yang terus berkembang, sekaligus mampu memanfaatkan AI secara bijak untuk menghasilkan karya yang berkualitas, inovatif, dan bertanggung jawab.



