• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Pemkot Ternate Maluku Utara tidak serius merawat Cagar Budaya

Redaksi by Redaksi
22 Juni 2026
in Daerah
0
Pemkot Ternate Maluku Utara tidak serius merawat Cagar Budaya

Ket : Kondisi Cagar Budaya yang di jadikan tempat tontonan umum

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Maluku Utara 21/06/2026, Ajang Piala Dunia tahun 2026 merupakan momen yang sangat di nantikan oleh masyarakat Indonesia, berbagai bendera, stiker maupun kaos dan adu argumen para pendukung yang menyebar di berbagai media sosial menambah ramai eforia ajang olahraga yang satu ini.

Maluku Utara atau Moloku Kie Raha adalah salah satu wilayah bersejarah khususnya Kota Ternate, Ternate merupakan titik awal Kolonialisme di Nusantara, saat bumi di bagi dua bagian pada perjanjian Tordesillas Tahun 1494 yang membagi dunia di luar Eropa menjadi dua bagian yaitu kepada Spanyol dan Portugis.

Portugis tiba di pulau Gapi atau Ternate pada tahun 1522 dengan bukti keberadaan Benteng Nossa Senhora Del Rosario dan Spanyol tiba di Pulau Tidore, kemudian pada Tahun 1607 berdirilah Benteng Oranje di Pulau Ternate yang dibangun oleh VOC Belanda, ini membuktikan sejarah awal Kolonialisme di Nusantara atau Indonesia, dengan Rempah Cengkih dan Pala sebagai komoditi rebutan bangsa bangsa eropa pada saat itu, Benteng Oranje sebagai pusat Pemerintahan 3 Gubernur Jenderal VOC/Belanda, seperti Piter Both 1610-1614, Gerard Reynat 1514-1615, Laurens Real 1615-1619, dan Jan Pieters Zoon Coen 1619 pada masa inilah pusat VOC di pindahkan dari Ternate ke Batavia atau Jakarta.

Benteng Oranje merupakan Bukti Sejarah yang saat ini masih bisa di jumpai sebagai saksi bisu Kolonialisme di Indonesia, Benteng Oranje mulai nampak terrawat baik pada masa kepemimpinan Walikota Ternate Hi Burhan Abdurrahman atau Haji Bur, keseriusan untuk menjadikan Benteng Oranje sebagai aikon Kota Ternate sebagai Kota Rempah dan bukti sejarah, kemudian membuahkan hasil dengan ditetapkannya Benteng Oranje sebagai Cagar Budaya Kota Ternate oleh Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan saat itu.

Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, dimana Pemerintah Daerah melakukan Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Cagar Budaya namun tidak merubah bentuk dan fungsi sebagai edukasi sejarah kepada masyarakat.

Pasca kepemimpinan Walikota Ternate Haji Bur kondisi kawasan Cagar Budaya Benteng Oranje nampak tidak terrawat dengan baik, berbagai ivent dilaksankan pada area ini, seperti pemeran, pentas seni, kegiatan – kegiatan sosial, bahkan pentas musik yang menutup area pagar bagian belakang karena memakai karcis, padahal ini adalah kawasan Cagar Budaya sebagai edukasi sejarah bagi masyarakat, keberadaan cafe dan tempat ngopi, bahkan terlihat beberapa sekretariat organisasi diizinkan memakai beberapa bangunan didalam kawasan Benteng Oranje, aktifitas dan keberadaan yang telah merubah beberapa bagian bentuk kawasan Cagar Budaya dalam area Benteng sangat bertentangan dengan amanat UU No 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, tingginya aktifitas manusia di dalam area Benteng sangat berdampak pada tingginya produksi sampah, kerusakan fisik, serta bentuk Cagar Budaya yang tidak asli lagi, bahkan beberapa kali terjadi tindakan asusila karena minimnya penerangan maupun pengawasan.

Kebijakan Pemerintah Daerah Kota Ternate dengan menjadikan kawasan Cagar Budaya Benteng Oranje sebagai pusat nonton bareng Piala Dunia, maupun cafe dan berbagai tempat ngopi dengan beragam kegiatan masyarakat, sangat membantu bagi warga Kota Ternate, begitu juga saat ini melalui Sekda Kota Ternate kawasan Cagar Budaya Taman Nonton Benteng Oranje, sebagai pusat nonton Piala Dunia Tahun 2026, berbagai kebijakan Pemerintah Kota Ternate pada kawasan Cagar Budaya Benteng Oranje tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Ternate pada masa kepemimpinan saat ini belum serius dalam melestarikan Cagar Budaya, padahal Kota Ternate telah ditetapkan sejak tahun 2023 sebagai Kota Rempah Dunia, namun fakta yang terjadi justru beberapa bangunan Cagar Budaya terancam rusak akibat dari kebijakan Pemerintah Daerah yang bertentangan dengan regulasi Negara maupun regulasi/perda yang di buatnya sendiri.

Iwan salah satu pengunjung Benteng Oranje mengatakan, bahwa Bangunan Cagar Budaya sangat dilindungi Negara sebagai bukti sejarah Kolonialisme bagi bangsa ini, berbagai kebijakan Pemerintah harus dipergunakan sebagaimana mestinya agar tidak terjadi kerusakan mengingat umur bangunan Cagar Budaya yang sangat tua, disaat efesiensi anggaran sedang berlangsung apabila terjadi kerusakan maka dapat dipastikan tidak dapat diperbaiki kembali, dan jika kita liat aktifitas didalam Benteng Oranje saat ini sangat jauh dari edukasi sejarah, benteng seharusnya bercerita tentang dirinya dalam kesunyian, aktifitas harusnya dibatasi bukan tanpa batas.

Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara harus melakukan kajian yang serius terhadap kawasan Cagar Budaya Benteng Oranje secara menyeluruh dan dilaporkan kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia agar menjadi perhatian bersama, sebagaimana amanat UU No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Ridwan. S

Views: 695
Tags: Cagar BudayaMaluku UtaraPemkot Ternate
Previous Post

Polda Metro Jaya Setelah Tahap II, Permohonan Penangguhan Roy Suryo dan Dokter Tifa Harus Melalui Kejaksaan

Next Post

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Membaik, Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Membaik, Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Membaik, Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.