Korannusantara.id – Jakarta, Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Jabodetabek melalui Ketua Umum Ruslan Padli mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi dan mencopot Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyusul melemahnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap kondisi perekonomian nasional.
Ruslan menilai pemerintah membutuhkan figur yang mampu menghadirkan kebijakan ekonomi yang terukur dan memberikan hasil nyata, bukan sekadar optimisme tanpa bukti yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kita butuh orang yang kompeten, bukan hanya omon-omon. Menkeu ini terlalu banyak cakap tanpa bukti,” ujar Ruslan.
Menurut Ruslan, pernyataan Menteri Keuangan yang menyebut kondisi ekonomi Indonesia masih jauh dari krisis justru bertolak belakang dengan realitas yang terjadi di lapangan. Ia menyoroti pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengatakan, “Jadi kita jauh dari krisis, kita malah ekspansi terus,” saat berada di Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Namun, kata Ruslan, setelah pernyataan tersebut disampaikan, nilai tukar rupiah justru terus mengalami tekanan hingga menembus level psikologis baru di kisaran Rp18.039 per dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata.
Karena itu, GNI mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil langkah konkret guna menjaga kepercayaan publik dan pelaku pasar di tengah tekanan ekonomi yang terus meningkat. Menurut Ruslan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah melakukan reformasi struktural di bidang ekonomi, termasuk mengevaluasi dan mengganti Menteri Keuangan.
Ia menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak hanya berkaitan dengan tekanan ekonomi semata, tetapi juga menyangkut menurunnya tingkat kepercayaan investor asing maupun masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah.
“Yang sedang kita hadapi bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga krisis kepercayaan. Investor membutuhkan kepastian, masyarakat membutuhkan bukti. Karena itu pemerintah harus mengambil langkah yang tegas dan terukur untuk memulihkan kepercayaan publik,” tegas Ruslan.



