Korannusantara.id – Jakarta, Dalam unggahan video berdurasi tiga menit pada Rabu, 20 Mei 2026, Anies Baswedan menyampaikan pandangannya mengenai kondisi terkini Indonesia yang dinilainya sedang tidak baik-baik saja.
Dalam pernyataannya, Anies menyoroti berbagai persoalan ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat. Ia menyebut nilai tukar rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah, harga-harga kebutuhan pokok terus meningkat, kesempatan kerja semakin sempit, daya beli masyarakat melemah, serta tabungan warga yang terus tergerus. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap hajat hidup masyarakat luas.
Selain persoalan ekonomi, Anies juga menyinggung situasi geopolitik global yang semakin memanas, termasuk konflik di Timur Tengah.
Ia menambahkan bahwa para ilmuwan turut mengingatkan potensi El Nino terkuat dalam sejarah yang disebut sudah di depan mata dan datang secara bersamaan dengan tekanan ekonomi global.
“Dalam kondisi seperti ini, yang dibutuhkan pasar adalah kepastian, bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula. Kepastian lahir dari transparansi dan kejujuran, serta pemerintah yang tahu ke mana negeri ini dibawa. Sayangnya, itu tidak kita dapatkan,” ujar Anies dalam video tersebut.
Ia juga mengkritik cara pemerintah menyampaikan informasi kepada publik. Menurutnya, data dipilih-pilih dan hanya hal-hal baik yang ditampilkan, sementara kondisi buruk justru disembunyikan. Anies menilai komentar sejumlah pejabat terkait situasi serius kerap terdengar enteng bahkan terkesan bercanda.
Selain itu, ia menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai sering berubah-ubah sehingga membuat pasar, publik, dan investor menjadi bingung. Bahkan, menurutnya, sebagian investor memilih menahan diri hingga keluar dari pasar.
Pada bagian akhir video, Anies menegaskan bahwa masa-masa berat masih berada di depan. Ia menyebut tekanan ekonomi belum mereda, cuaca ekstrem akan datang, dan situasi global masih bergejolak. Meski demikian, ia tetap mengajak masyarakat untuk optimistis menghadapi tantangan tersebut.
“Kita bisa melewati semua ini asalkan berjalan dengan mata terbuka, bukan dengan ilusi yang dibuat-buat,” tutupnya.


