• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Ekonomi

Menjelang 2030, INDEF Soroti Tantangan Besar Indonesia Capai Target SDGs Pilar Lingkungan

Redaksi by Redaksi
7 Mei 2026
in Ekonomi, Nasional
0
Menjelang 2030, INDEF Soroti Tantangan Besar Indonesia Capai Target SDGs Pilar Lingkungan

Ket : Narasumber: Annisa Utami Kusumanegara - Peneliti FESD INDEF

0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Jakarta, Menjelang target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pencapaian pilar lingkungan. Hal ini disampaikan Peneliti FESD INDEF, Annisa Utami Kusumanegara dalam podcast What’s on Economy. Dalam diskusi tersebut dijelaskan posisi Indonesia saat ini berada di peringkat 77 dari 167 negara dalam capaian SDGs dunia.

Menurutnya, kendala utama bukan hanya soal teknis dan pendanaan, tetapi juga minimnya political will dalam menjadikan SDGs sebagai acuan utama kebijakan pembangunan. Implementasi SDGs dinilai masih sebatas pelabelan program, belum menjadi prioritas pembangunan yang serius.

“Ketika political will-nya tidak ada, maka SDGs hanya menjadi label administratif. Padahal seharusnya ada prioritas yang jelas terkait indikator mana yang paling mendesak untuk diselesaikan,” ujar Annisa.

Ia juga menyoroti dampak pandemi COVID-19 yang memperlambat capaian SDGs, ketimpangan kapasitas daerah, lemahnya kualitas data lingkungan, hingga terbatasnya alat pemantauan kualitas udara di berbagai wilayah.

Selain pemerintah, sektor usaha disebut memiliki tanggung jawab penting melalui penerapan produksi dan konsumsi berkelanjutan. Persoalan sampah plastik dan pengelolaan limbah dinilai perlu difokuskan sejak hulu dengan mendorong perubahan perilaku masyarakat dan tanggung jawab produsen.

“Problem besarnya adalah bagaimana mengurangi sampah sejak awal. Itu bukan hanya tanggung jawab konsumen, tetapi juga produsen,” jelasnya.

Di akhir diskusi, Annisa mengajak masyarakat lebih aktif mendukung pembangunan berkelanjutan melalui partisipasi publik dan pola konsumsi yang ramah lingkungan.

“Terlepas apakah targetnya tercapai atau tidak, tujuan pembangunan berkelanjutan tetap worth it untuk diupayakan,” tutupnya.

140
Tags: IndefSDGs duniaSDGs Pilar LingkunganTantangan Besar Indonesia
Previous Post

Kapolsek Kotapinang Turun ke Desa, Ajak Warga Lawan Pencurian Sawit, Narkoba dan Pelecehan Anak

Next Post

Toke Rok Ditangkap, Warga Sibulan Bulan Kirim Papan Bunga ke Polres Padangsidimpuan

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Toke Rok Ditangkap, Warga Sibulan Bulan Kirim Papan Bunga ke Polres Padangsidimpuan

Toke Rok Ditangkap, Warga Sibulan Bulan Kirim Papan Bunga ke Polres Padangsidimpuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.