Korannusantara.id – Labusel, Semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa terasa hangat dalam kegiatan Grand Opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar pada Senin, 4 Mei 2026, di Yayasan Pendidikan Islam Samira, Dusun Tapus, Desa Sampean, Kecamatan Sungai Kanan.
Kegiatan ini diinisiasi oleh pihak yayasan bersama mitra, dengan diwakili oleh Muktar Sabili Tambak, S.Kom, serta Kepala SPPG Dusun Tapus, Marjuko Darusman Rambe, S.Kom. Acara tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Partai PAN, Hermansyah, yang memberikan dukungan penuh terhadap hadirnya program tersebut.
Dalam sambutannya, Hermansyah menyampaikan bahwa SPPG merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto yang berorientasi pada pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Menurutnya, pemenuhan gizi anak melalui penyediaan makanan bergizi adalah langkah konkret dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ia juga menyinggung perspektif publik terkait bantuan langsung kepada masyarakat. Dengan pendekatan perhitungan sederhana, ia menggambarkan bahwa kebijakan ini bukan sekadar soal angka, melainkan bentuk kebijaksanaan negara dalam memastikan manfaat yang berkelanjutan dan tepat sasaran.
Lebih jauh, Hermansyah menekankan bahwa kehadiran SPPG tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Program ini melibatkan relawan, UMKM, serta para petani dan peternak sebagai mitra penyedia bahan pangan. Dengan demikian, roda perekonomian masyarakat sekitar diharapkan ikut tumbuh dan berkelanjutan.
Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan program. Pengelola dapur diimbau untuk tidak mengambil keuntungan berlebih, mengingat negara telah memberikan ruang kesejahteraan melalui program ini. Transparansi dan tanggung jawab menjadi kunci agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Usai sambutan, perwakilan mitra bersama Kepala SPPG mengajak para tamu undangan untuk meninjau langsung fasilitas dapur dan proses penyajian makanan. Dalam sesi tersebut, para tamu mendapatkan penjelasan rinci mengenai standar pemenuhan gizi yang diterapkan.
Hermansyah juga secara khusus meminta kepala koki untuk memaparkan komposisi gizi yang disiapkan, sekaligus membuka ruang dialog dengan para tamu. Diskusi berlangsung interaktif, menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan kualitas layanan tetap optimal.
Di akhir kunjungan, ia kembali mengingatkan agar seluruh bahan makanan diolah secara mandiri dan tidak bergantung pada produk luar yang tidak terjamin kualitasnya. Ia mencontohkan kejadian di beberapa daerah terkait bahan makanan yang tidak layak, sebagai pelajaran penting agar hal serupa tidak terjadi di SPPG Dusun Tapus.
Kehadiran SPPG ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi yang lebih sehat, kuat, dan cerdas, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Sebuah langkah kecil yang menyimpan harapan besar bagi masa depan bangsa.



