Korannusantara.id, Jakarta – Bareskrim Polri berhasil menangkap buronan bandar narkoba bernama Andre Fernando alias “The Doctor” yang sempat membantu pelarian bandar narkoba Koh Erwin.
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan Andre ditangkap tim gabungan Bareskrim dan Hubinter Polri pada Minggu (5/4/2026) kemarin di Penang, Malaysia.
“Bahwa benar, pada hari Minggu tanggal 5 April 2026, DPO (daftar pencarian orang) atas nama Andre Fernando alias Charlie alias “The Doctor” berhasil ditangkap oleh tim gabungan,” kata Eko Hadi dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).
Bukti Komitmen dan Keseriusan Polri Berantas Narkoba dan Selamatkan Generasi
Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai operasi tim gabungan dari Bareskrim dan Hubinter Polri tersebut menunjukkan soliditas aparat dalam menjalankan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam asta citanya yakni memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Oleh sebab itu, Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society) Kami mendukung sepenuhnya dan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah cepat, terukur, dan tegas dari Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Syahardiantoro beserta seluruh jajarannya atas keberhasilan dalam menangkap buronan bandar narkotika Andre Fernando alias “The Doctor” yang sempat membantu pelarian bandar narkoba Koh Erwin,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/4/2025).
Selanjutnya, Nasky yang juga Penulis buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata dan Dedikasi untuk Masyarakat menilai, Keberhasilan Bareskrim Polri merupakan hasil kolaborasi kuat tim gabungan Bareskrim dan Hubinter Polri dalam memberantas jaringan narkotika.
“Langkah tegas Bareskrim Polri dan jajarannya ini menjadi pesan moral bagi publik bahwa menyelamatkan nyawa warga dan melindungi masa depan generasi bangsa adalah prioritas utama,” tegasnya.
Ancaman Bagi Ketahanan Bangsa
Disamping itu, Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta menegaskan peredaran narkoba kini telah menjadi ancaman nyata bagi ketahanan nasional.
“Peredaran narkoba merusak moral, menghancurkan generasi, dan menggerogoti masa depan bangsa. Nasky menyebut langkah Bareskrim Polri sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya agenda reformasi hukum dan penguatan ketahanan bangsa,” tegasnya.
Oleh karena itu, kata Nasky yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Youth Epicentrum menilai keberhasilan Bareskrim Polri menunjukkan kemampuan Indonesia memburu pelaku meski berada di luar negeri.
“Institusi kepolisian negara republik Indonesia atau Polri telah menunjukkan komitmen kuat dalam memutus mata rantai peredaran narkoba dari dalam negeri hingga luar negeri,” jelasnya.
Nasky menjelaskan, Keberhasilan ini selaras Komitmen Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam memberantas narkoba sangat tegas dan menjadi salah satu fokus utama (Asta Cita) yang diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dorong Korps Bhayangkara Tindak Tegas
Founder Nasky Milenial Center itu mendorong Bareskrim Polri tetap agresif dalam pemberantasan narkoba sampai ke akar-akarnya.
“Pemberantasan narkoba tidak bisa setengah-setengah. Harus lebih agresif, terstruktur, dan melibatkan sinergi semua lembaga penegak hukum. Ia menekankan pendekatan dari hulu ke hilir untuk melindungi generasi muda dan mewujudkan Indonesia Emas,” katanya.
Ia mengatakan, Penindakan dilakukan secara komprehensif, mulai dari bandar besar, jaringan internasional di pintu masuk negara, hingga pengedar di tingkat akar rumput,” tambahnya.
Momentum Perkuat Kerja Sama Internasional
Nasky berharap penangkapan buronan bandar narkotika Andre Fernando alias “The Doctor” yang sempat membantu pelarian bandar narkoba Koh Erwin menjadi momentum memperkuat kerja sama internasional serta meningkatkan kapasitas intelijen, pengawasan, dan penindakan.
“Ini momentum penting. Kita harus terus memperkuat kapasitas aparat, memperluas kerja sama global, dan memastikan tidak ada ruang bagi sindikat narkoba untuk beroperasi di wilayah Indonesia,” tuturnya.
Ia mendorong penindakan harus menyasar seluruh rantai distribusi. “Jangan hanya menyasar pengedar kecil. Bandar besar harus dijerat tuntas, termasuk penyitaan seluruh aset hasil kejahatan mereka. Negara harus hadir melindungi rakyatnya,” pungkas Nasky. (red)



