• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Artikel

Ramadhan adalah Proses Kontemplasi Diri untuk Menjadi Lebih Baik

Penulis: Abdul Aziz Sekretaris Infokomdigi MUI Provinsi Sumatera Utara

Redaksi by Redaksi
2 Maret 2026
in Artikel
0
Ramadhan adalah Proses Kontemplasi Diri untuk Menjadi Lebih Baik

Ket: Abdul Aziz bersama, Dr. Adly Amar

0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Artikel, Medan, Ramadhan dimaknai sebagai madrasah kehidupan yang akan membentuk pribadi menjadi takwa.

Kehidupan dunia sejatinya perjalanan panjang menuju akhirat, sehingga setiap ibadah dimaknai untuk mengantarkan kita kepada pemilik alam semesta, yakni Allah SWT.

 

Bulan Mubarak selalu menghadirkan suasa yang membuat kita lebih mudah memahami makna dari arti kontemplasi yang sebenarnya yaitu proses perenungan mendalam tentang hakikat hidup itu sendiri, dan membangun kesadaran kolektif untuk memahami makna hidup, tujuan, dan hubungan dengan Allah SWT.

 

Bagi umat Islam, bulan Ramadhan memiliki makna khusus yang terpatri pada hati sanubari. Magnet ramadhan menciptakan kerinduan tatkala hari-hari kian mendekati ujung.

 

Secara simbolik bisa dilihat dari semarak ibadah di masjid-masjid dan Mushola-mushola Rasulullah Saw melalui hadis Qudsi menyatakan Allah berfirman:

 

“Semua amal perbuatan Bani Adam menyangkut dirinya sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan karena itu Akulah yang langsung membalasnya”.

 

Pada sisi lain, tidak banyak orang yang mampu memperoleh barokah dari momentum ramadhan, yaitu tumbuh dan berkembangnya iman, bertumbuh kebaikan terus menerus. Kita hendaknya mampu menjadikan ibadah puasa sebagai driving factor (faktor penggerak) dalam rangka mentransformasi nilai-nilai ibadah individu menjadi kesalihan sosial.

 

Ibadah puasa salah satu titik tolak untuk memaknai kehidupan sebagai sajadah panjang menuju jalan mardhatillah.

Dan cermin mengajarkan kepada kita tentang refleksi diri, kejujuran, dan pengembangan pribadi tanpa rekayasa serta melihat kekurangan kita apa adanya.

 

 

 

107
Tags: Artikel RamadhanMakna BerpuasaProses Kontemplasi DiriRamadhan
Previous Post

Implementasi Program Mahasiswa Berdampak, Universitas Aufa Royhan Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk “Warga Huntara” Aek Latong

Next Post

MUI Desak Presiden Prabowo Cabut Keanggotaan dari BoP Terkait Serangan Israel AS Ke Iran

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
MUI Desak Presiden Prabowo Cabut Keanggotaan dari BoP Terkait Serangan Israel AS Ke Iran

MUI Desak Presiden Prabowo Cabut Keanggotaan dari BoP Terkait Serangan Israel AS Ke Iran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.