Korannusantara.id – Labuhanbatu Selatan, Satu tahun kepemimpinan Fery Sahputra Simatupang bersama Wakil Bupati Syahdian Purba Siboro terus menjadi sorotan publik. Di tengah beragam pandangan yang berkembang, DPD AMPI Labuhanbatu Selatan memilih sikap moderat: memberikan apresiasi atas kerja nyata pemerintah daerah, namun tetap menyampaikan catatan kritis demi kemajuan daerah.
Sekretaris DPD AMPI Labusel, Habiburrohman, menilai perjalanan satu tahun pemerintahan saat ini merupakan proses pembangunan yang masih berjalan dan harus dilihat secara objektif.
Menurutnya, di tengah keterbatasan fiskal serta tingginya ekspektasi masyarakat, langkah pemerintah daerah tetap menunjukkan arah kerja yang patut dihargai. Salah satunya melalui pengalokasian sekitar Rp40 miliar untuk menyelesaikan proyek strategis seperti Jembatan Barumun II dan Ringroad Kotapinang.
“Merampungkan proyek yang sempat tertunda bertahun-tahun adalah bukti adanya kemauan politik. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Selain pembangunan infrastruktur, AMPI juga menyoroti langkah pembenahan manajemen layanan kesehatan di RSUD Kotapinang serta upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Lapangan SBBK Kotapinang.
Meski demikian, AMPI mengingatkan bahwa capaian administratif seperti opini Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia berupa Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) maupun pembangunan infrastruktur tidak boleh dianggap sebagai tujuan akhir.
Menurut Habiburrohman, kualitas pembangunan, keberlanjutan program, serta pelayanan publik tetap harus menjadi fokus utama pemerintah daerah ke depan. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari pusat.
Sebagai organisasi kepemudaan, AMPI Labusel menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan sekaligus menjaga ruang kritik tetap hidup.
“Kami mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah. Namun masyarakat juga berhak berharap lebih dari sekadar capaian minimal. Kritik bukan serangan, melainkan pengingat agar kekuasaan tetap berjalan di jalur yang benar,” tegasnya.
AMPI Labusel pun mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk tetap objektif dalam melihat progres pembangunan. Sebab pada akhirnya, tujuan utama dari seluruh proses ini adalah menghadirkan kesejahteraan yang adil dan bermartabat bagi masyarakat Labuhanbatu Selatan.
( Irfan )



