Korannusantara.id, KOTA BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Alimudin, S.Pd., M.Si., menyoroti satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Harris Bobihoe yang dinilainya perlu memberikan perhatian lebih serius terhadap penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal itu disampaikannya dalam keterangan di Kota Bekasi, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Alimudin, UMKM memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, dukungan konkret dari Pemerintah Kota Bekasi harus terus ditingkatkan agar sektor ini mampu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, UMKM merupakan motor penggerak ekonomi sekaligus penjaga stabilitas perputaran uang di masyarakat. Keberadaan pelaku usaha kecil dinilai mampu menopang daya beli warga serta menciptakan lapangan pekerjaan di tingkat lokal.
Namun demikian, masih banyak pelaku UMKM yang perlu didorong untuk “naik kelas” agar produknya memiliki daya saing tinggi dan tidak sekadar bertahan dalam skala kecil. Peningkatan kualitas produk, kemasan, hingga strategi pemasaran dinilai menjadi pekerjaan rumah bersama.
Selain itu, Alimudin menyoroti tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, mulai dari keterbatasan teknologi, minimnya literasi digital, hingga persaingan ketat dengan merek-merek besar. Pemerintah, kata dia, perlu memfasilitasi akses ke marketplace dan pemasaran digital agar UMKM mampu memperluas jangkauan pasar.
Persoalan klasik lain seperti keterbatasan modal dan sulitnya akses pembiayaan ke perbankan juga masih menjadi kendala. Ia mendorong agar akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperluas, termasuk memberikan solusi terhadap persoalan kredit macet yang memberatkan pelaku usaha kecil.
Tak kalah penting, aspek legalitas juga harus menjadi perhatian. UMKM membutuhkan pendampingan dalam pengurusan sertifikasi, izin usaha, dan berbagai dokumen legal agar dapat beroperasi secara formal dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Selain penguatan UMKM, Pemkot Bekasi juga harus membuka lebih banyak ruang Balai Latihan Kerja (BLK) serta memperluas lapangan pekerjaan bagi warga Kota Bekasi,” pungkas Alimudin.



