Korannusantara.id – Labusel, Langit seakan ikut merunduk ketika doa-doa dipanjatkan mengiringi kepergian Edy Syahputra Harahap. Suasana haru menyelimuti Tempat Pemakaman Umum Muslim Gundaling, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Torgamba, Sabtu (21/2/2026), saat jajaran kepolisian dan masyarakat memberikan penghormatan terakhir kepada sosok Bhayangkara yang dikenal ramah dan penuh dedikasi.
Almarhum yang bertugas di Polsek Torgamba, jajaran Polres Labuhanbatu Selatan, meninggal dunia pada Jumat malam karena sakit. Kepergiannya meninggalkan duka yang begitu dalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan seperjuangan yang selama ini mengenal almarhum sebagai pribadi sederhana, setia, dan selalu hadir untuk masyarakat.
Upacara pemakaman berlangsung khidmat dan penuh penghormatan. Prosesi dipimpin langsung oleh Kapolres Labuhanbatu Selatan, Aditya S. P. Sembiring Muham, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir pula Ketua Bhayangkari Cabang Labuhanbatu Selatan Ny. Olivia Aditya, para pejabat utama Polres, Kapolsek Torgamba Syamsul Adhar, para perwira, personel kepolisian, keluarga, serta para pentakziah.
Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan rasa kehilangan yang begitu mendalam. Dengan suara yang sarat emosi, ia menuturkan bahwa ucapan duka cita tidak hanya datang dari jajaran Polres Labuhanbatu Selatan, tetapi juga dari pimpinan kepolisian di tingkat daerah hingga pusat.
“Atas nama Kapolda Sumatera Utara dan seluruh pimpinan Polri, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” ucap Kapolres dengan penuh haru.
Saat penghormatan terakhir diberikan, suasana berubah menjadi begitu sunyi dan menyentuh. Rekan-rekan sejawat berdiri tegap melepas kepergian almarhum dengan tembakan salvo ke udara sebuah penghargaan bagi pengabdian panjang seorang Bhayangkara.
Bagi institusi kepolisian dan masyarakat yang pernah mengenalnya, almarhum bukan sekadar anggota Polri. Ia adalah sahabat, pelayan masyarakat, sekaligus sosok yang menanamkan arti loyalitas dalam tugas.
“Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi keluarga, institusi, dan masyarakat yang pernah merasakan pengabdiannya,” kenang Kapolres.
Prosesi pemakaman pun berakhir dalam suasana khidmat. Di antara doa dan air mata, keluarga besar Polri berdiri bersama, menguatkan keluarga yang ditinggalkan sebuah tanda bahwa pengabdian seorang Bhayangkara tidak pernah benar-benar berakhir, melainkan hidup dalam kenangan dan keteladanan.
( Irfan )



