korannusantara.id – Jakarta. Pemimpin politik Hamas di luar negeri, Khaled Meshaal, menolak seruan untuk melucuti senjata faksi-faksi Palestina di Gaza, dengan alasan bahwa melucuti senjata dari rakyat yang diduduki akan menjadikan mereka “korban yang mudah untuk dieliminasi”.
Berbicara pada hari kedua Forum Al Jazeera di Doha pada hari Minggu (8/2/26) Meshaal menggambarkan diskusi seputar penyerahan senjata Hamas sebagai kelanjutan dari upaya selama seabad untuk menetralisir perlawanan bersenjata Palestina.
Dalam konteks pendudukan yang masih berlangsung, pembicaraan tentang perlucutan senjata akan mengubah rakyat kami menjadi korban yang dapat dengan mudah dimangsa oleh Israel, yang dipersenjatai dengan semua persenjataan internasional.
“memungkinkan rekonstruksi dan bantuan serta memastikan bahwa perang tidak berkobar kembali antara Gaza dan entitas Zionis. Ini adalah pendekatan yang logis, dan Hamas melalui mediator Qatar, Turki, dan Mesir, dan melalui dialog tidak langsung dengan Amerika melalui para mediator telah mencapai, atau telah ada, pemahaman tentang visi Hamas mengenai hal itu. Ya, ini adalah sesuatu yang membutuhkan upaya besar, bukan pendekatan perlucutan senjata.”
(red)



