Jakarta – Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 merespons tingginya minat masyarakat terhadap logam mulia fisik yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Pernyataan tersebut disampaikan Pemimpin Wilayah Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, saat doorstop media dalam acara Tring! Digital Lounge di Mall Kota Kasablanka (Kokas), Minggu (8/2/2026).
Menanggapi fenomena lonjakan pembelian emas, Maryono mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil keputusan investasi secara terburu-buru.
“Investasi sebaiknya dilakukan secara rasional dan terencana. Jangan sampai keputusan diambil hanya karena mengikuti tren atau kekhawatiran sesaat,” ujar Maryono.
Ia menjelaskan bahwa layanan emas Pegadaian tetap berbasis pada aset fisik yang jelas. Digitalisasi, menurutnya, hanya pada sisi sistem dan kemudahan akses layanan.
“Pegadaian berbasis emas fisik dan berada dalam pengawasan OJK. Aplikasinya memang digital untuk memudahkan transaksi, tetapi underlying asetnya tetap emas fisik,” katanya.
Terkait keluhan sulitnya memperoleh logam mulia fisik di sejumlah outlet, ia menyebut peningkatan permintaan membuat stok cepat terserap. Distribusi, lanjutnya, dilakukan secara bertahap sesuai suplai dari pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Pegadaian juga memperkenalkan kemudahan layanan jemput emas berbasis digital. Melalui fitur yang tersedia, masyarakat dapat mengajukan layanan dari rumah tanpa harus datang langsung ke outlet.
“Kami menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan proses lebih praktis. Pengajuan dapat dilakukan secara digital, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan,” jelas Maryono.
Ia menambahkan, emas masih menjadi salah satu instrumen yang dipilih masyarakat untuk perencanaan jangka panjang. Namun, ia kembali menekankan pentingnya pendekatan yang terukur dalam berinvestasi.
“Emas dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan masa depan, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing,” tutupnya



