• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Ekonomi

Naufal Ubaidillah Sebut Swasembada Pangan dan Hilirisasi Prabowo Jadi Model Ekonomi Global South

Adis by Adis
2 Februari 2026
in Ekonomi, Nasional
0
Naufal Ubaidillah Sebut Swasembada Pangan dan Hilirisasi Prabowo Jadi Model Ekonomi Global South

Ket. Naufal Ubaidillah Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Turki, sekaligus Founder & Ketua Umum Terdepan Institute ( Dok. Istimewa)

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id, Jakarta, Istanbul, Türkiye — Naufal Ubaidillah, President of Global Youth Diplomacy Community in Türkiye sekaligus Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki, menyampaikan pandangan strategis mengenai kebijakan swasembada pangan dan hilirisasi industri Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi internasional Divan Association yang dipimpin Sinan Çelikkol dan didirikan Cihangir İşbilir.

Dalam forum tersebut, Naufal menilai kebijakan ekonomi Indonesia saat ini mencerminkan pergeseran paradigma pembangunan, dari ekonomi berbasis ekspor bahan mentah menuju kedaulatan pangan serta industrialisasi bernilai tambah.

“Pada 2025, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras secara penuh. Ini menjadi bukti bahwa melalui intervensi kebijakan yang tepat—mulai dari reformasi subsidi pupuk, pembangunan irigasi, mekanisasi pertanian, hingga penggunaan benih unggul—negara Global South mampu membangun kemandirian pangan tanpa bergantung pada impor struktural,” ujar Naufal dalam keterangan Senin, (02/2/2026).

Ia menambahkan, swasembada pangan tidak hanya berdampak pada stabilitas harga dan ketahanan sosial, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi kedaulatan politik serta keamanan nasional, terutama bagi negara berkembang yang rentan terhadap gejolak krisis global.

Selain sektor pangan, Naufal turut menyoroti kebijakan hilirisasi industri sebagai pilar transformasi ekonomi Indonesia.

“Hilirisasi industri difokuskan pada sektor strategis seperti mineral kritis, energi, pertanian olahan, dan manufaktur berbasis sumber daya nasional. Kebijakan ini bertujuan memutus ketergantungan pada ekspor bahan mentah sekaligus mengunci nilai tambah di dalam negeri,” katanya.

Menurut dia, hilirisasi telah menunjukkan potensi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan investasi.

“Berdasarkan proyeksi kebijakan hilirisasi nasional, Indonesia berpotensi menciptakan sekitar delapan juta lapangan kerja baru, khususnya di sektor industri pengolahan dan rantai pasok turunannya. Ini menegaskan bahwa industrialisasi bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga keadilan sosial,” ujarnya.

Lebih jauh, Naufal menilai pengalaman Indonesia dapat menjadi model pembangunan alternatif bagi negara-negara Global South di Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang masih menghadapi ketergantungan pangan, ekonomi ekstraktif, serta lemahnya basis industri.

“Indonesia menunjukkan bahwa dengan kepemimpinan politik yang kuat dan visi jangka panjang, negara berkembang dapat keluar dari jebakan tersebut,” tambahnya.

Konferensi Divan Association merupakan forum dialog strategis lintas kawasan yang membahas isu geopolitik, ekonomi global, serta masa depan tatanan dunia multipolar. Kehadiran Naufal dalam forum ini dinilai mencerminkan meningkatnya peran diplomasi pemuda Indonesia dalam membawa narasi pembangunan, kedaulatan ekonomi, dan kerja sama Global South ke panggung internasional.

Melalui kiprahnya sebagai pemimpin organisasi pemuda internasional, Ketua Umum PPI Turki, serta pimpinan think tank Terdepan Institute, Naufal mendorong Indonesia agar tidak hanya menjadi objek percaturan global, tetapi juga tampil sebagai referensi kebijakan dan mitra strategis bagi negara-negara berkembang di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

174
Tags: Konferensi Divan AssociationNaufal UbaidillahPPI TurkiPresiden PrabowoPresident of Global Youth Diplomacy Community in TürkiyeSwasembada pangan
Previous Post

Vini Vidi Vici di Gedung MK RI: Meneladani Prof. Djohansjah “Unbreakable” Marzoeki, Lahir untuk Kolegium Kedokteran

Next Post

Anggota DPRD Kota Bekasi Yenny Kristianti Dukung Penuh Hasil Rakernas I PSI, Siap Jalankan Instruksi DPP

Adis

Adis

Next Post
Anggota DPRD Kota Bekasi Yenny Kristianti Dukung Penuh Hasil Rakernas I PSI, Siap Jalankan Instruksi DPP

Anggota DPRD Kota Bekasi Yenny Kristianti Dukung Penuh Hasil Rakernas I PSI, Siap Jalankan Instruksi DPP

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.