Korannusantara.id – Labuhanbatu Utara, Dewan Pakar Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Labuhanbatu Utara periode 2022–2027 menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., yang berhasil membawa Provinsi Sumatera Utara meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Pratama.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Dhani Arri, M.Pd, selaku Dewan Pakar MD KAHMI Labura, menyusul penghargaan nasional yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar kepada perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Asisten Administrasi Umum Dr. H Muhammad Suib, S.Pd., M.M., di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Tak hanya itu, kinerja pelayanan publik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga kembali memperoleh pengakuan nasional setelah Ombudsman Republik Indonesia menganugerahkan predikat Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dalam Penilaian Pelayanan Publik Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara resmi di Jakarta, Kamis (29/1/2026), setelah melalui proses evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelayanan publik sepanjang tahun 2025.
Menurut Dhani Arri, dua capaian prestisius tersebut merupakan bentuk pengakuan nyata atas komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperluas akses dan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Universal Health Coverage bukan sekadar program administratif, tetapi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Kami mengapresiasi kinerja Gubernur Sumatera Utara yang konsisten menghadirkan kebijakan kesehatan yang inklusif, berkeadilan, dan menyentuh langsung kebutuhan rakyat,” ujar Dhani Arri.
Dhani yang juga menjabat sebagai Kepala SMAN 1 NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, menilai capaian tersebut mencerminkan keberhasilan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan publik dan berdampak langsung hingga ke daerah serta satuan pendidikan.
“Sebagai kepala sekolah, kami merasakan langsung manfaat UHC bagi guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua. Jaminan kesehatan memberikan rasa aman dan ketenangan, yang pada akhirnya berpengaruh besar terhadap kualitas proses belajar mengajar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dhani Arri menilai penghargaan dari Ombudsman RI menjadi indikator penting bahwa pelaksanaan program UHC di Sumatera Utara dijalankan dengan prinsip akuntabilitas, kepatuhan regulasi, dan tata kelola pelayanan publik yang baik.
“Kami berharap prestasi ini tidak berhenti sebagai pencapaian simbolik, tetapi menjadi pemacu bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dengan dunia pendidikan, demi terwujudnya Sumatera Utara yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya.





