Korannusantara.id – Tapanuli Selatan, Komitmen dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor terus diwujudkan oleh Tim Tanggap Darurat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek) yang berkolaborasi dengan Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan.
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, pada Jum’at 19/12/2025, tim melaksanakan penyerahan bantuan logistik obat-obatan serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak di Desa Bandar Tarutung dan Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Hal ini di sampaikan Kepala Desa Simatohir, Junaidi Pohan kepada awak media, Rabu 31/12 2025
Ia menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial sivitas akademika. “Universitas Aufa Royhan berperan aktif menyalurkan bantuan dan membuka posko kemanusiaan Siaga Bencana. Ini menunjukkan bahwa kepedulian kemanusiaan ditanamkan kepada mahasiswa,” ujar Kepala Desa Simatohir, Junaidi Pohan kepada awak media.
Lebih lanjut Junaidi Pohan mengatakan bahwa Bencana banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Selatan tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Lingkungan yang lembap, keterbatasan air bersih, serta kelelahan fisik pascabencana meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit. Menyadari kondisi tersebut, DPPM Kemendiktisaintek bersama Universitas Aufa Royhan menggulirkan aksi kemanusiaan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan ini, tim menyerahkan bantuan logistik berupa obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat, sekaligus memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada warga. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat terdampak. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan, sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat.
Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Tim Pelaksana, *Dr. Haslinah, SKM., M.Kes,* bersama anggota tim yaitu *Ns. Nanda Masraini, S.Kep., M.Kep, Indra Maulana, S.Pd., M.Pd, Halman Paris Ritonga, SE., MM, serta Bdn. Fatma Mutia, SST., MKM.* Kehadiran tim di lokasi menjadi bukti nyata peran aktif sivitas akademika dalam mendampingi masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana, Dr. Haslinah, SKM., M.Kes., menegaskan bahwa pelayanan kesehatan ini merupakan bagian penting dari upaya pemulihan menyeluruh pascabencana. Menurutnya, selain bantuan logistik, masyarakat membutuhkan pendampingan kesehatan agar dapat mencegah penyakit dan menjaga daya tahan tubuh di tengah kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.
Masyarakat Desa Bandar Tarutung dan Desa Simatohir menyambut baik kegiatan tersebut. Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat-obatan, terutama bagi lansia, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya. Kehadiran tenaga kesehatan di lokasi memberikan rasa aman dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan pascabencana.
Kolaborasi antara DPPM Kemendiktisaintek, Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan, dan Puskesmas Angkola Sangkunur menunjukkan sinergi yang kuat dalam penanganan dampak bencana. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, dunia pendidikan dan sektor kesehatan bersatu untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Kegiatan kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terdampak serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Angkola Sangkunur. DPPM Kemendiktisaintek dan Universitas Aufa Royhan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam upaya kemanusiaan dan pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Kepala Desa Simatohir, Junaidi Pohan berharap kampus-kampus di Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan terus mendorong mahasiswanya untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial, tidak hanya saat bencana, tetapi juga dalam program pengabdian masyarakat secara berkelanjutan.
(Ronald Harahap)



