Korannusantara.id – Pekanbaru, 05 Desember 2025, Badko HMI Riau–Kepri Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Restorasi Gambut, Vivaldi Emri Nobel, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi hutan dan lingkungan di Provinsi Riau yang hingga kini masih mengalami tekanan berat akibat aktivitas pembukaan lahan, perambahan hutan, dan praktik ilegal yang berkaitan dengan industri kehutanan.
Menurut pemantauan internal dan analisis berbasis data lingkungan yang tersedia secara publik, Provinsi Riau masih menghadapi tantangan signifikan:
Laju kehilangan tutupan hutan di Riau dalam beberapa tahun terakhir masih berada pada kisaran puluhan ribu hektare per tahun, menurut rangkuman data dari berbagai lembaga pemantau hutan.
Kerusakan lahan gambut sebagai akibat dari pembukaan lahan dan aktivitas intensif di kawasan yang sensitif ekologis masih ditemukan di beberapa kabupaten strategis.
Aktivitas perambahan dan penebangan ilegal (illegal logging) dilaporkan masih terjadi di sejumlah titik, berdasarkan laporan masyarakat dan hasil pemantauan lapangan oleh organisasi lingkungan.
Potensi pencemaran dan degradasi habitat masih menjadi ancaman serius terutama di area yang dekat dengan konsesi industri ekstraktif.
Vivaldi menegaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di sektor kehutanan, terutama menyangkut aktivitas perusahaan yang diduga melakukan praktik merusak lingkungan.
Kami menilai Kementerian Kehutanan di bawah kepemimpinan Menteri Raja Juli Antoni belum menunjukkan keseriusan yang memadai dalam menindak perusahaan-perusahaan yang diduga melakukan kerusakan lingkungan di Riau dan Penyelesaian konflik Ilegaloging yang sering terjadi di Provinsi Riau”



