Banyuwangi – Menjelang bergulirnya Liga 4 Jawa Timur, Persewangi Banyuwangi mempercepat transformasi manajemen menuju klub ber-ekosistem olahraga modern. Di usia 55 tahun, Laskar Blambangan menegaskan langkah baru untuk memperkuat profesionalitas klub.
“Ya, saya berkomitmen melakukan transformasi klub kebanggaan masyarakat Banyuwangi ini dengan pola manajemen modern yang menguatkan pondasi profesionalitas,” ujar Owner Persewangi, Purwo Handoko, di Bali, Kamis (04/12/2025).
Pernyataan itu disampaikan Purwo setelah Persewangi meluncurkan jersey anyar dan memperkenalkan skuad berisi 27 pemain. Ia menegaskan transformasi tersebut mencakup penerapan manajemen olahraga profesional demi membangun ekosistem yang solid bagi kekuatan klub. Selain mengelola Persewangi, Purwo juga dikenal sebagai pemilik tim balap Porsche Rocket Racing Bali.
Purwo menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan—mulai pemerintah daerah hingga komunitas lokal—akan diperkuat. Saat ini Persewangi ditangani pelatih Francis Mewengkang.
Pada perayaan ulang tahun klub, Persewangi turut merilis anthem baru yang dinyanyikan langsung oleh Adna Oekon dan disambut meriah oleh ribuan suporter di Stadion Diponegoro.
“Dengan manajemen baru, kita mendapat dukungan moril dari pemerintah daerah, terutama Bupati Banyuwangi yang rajin hadir di stadion sejak klub ini saya kelola. Antusias suporter saat launching pekan lalu menunjukkan energi positif itu,” ujar Purwo, yang menyebut pihaknya akan menggandeng perusahaan nasional untuk mendukung LasBlang.
Purwo juga menegaskan bahwa Persewangi memiliki peta jalan jelas untuk naik kasta secara bertahap.
“Saya hadir bukan untuk datang lalu pergi. Target saya membawa Persewangi sampai Liga 1, melalui tahapan dari Liga 4, naik ke Liga 3, lalu Liga 2,” tegasnya.
Ia memastikan transformasi yang dilakukan bukan hanya untuk kinerja di lapangan, tetapi juga menciptakan klub yang tidak membebani pemerintah daerah. Sebaliknya, ekosistem olahraga yang dibangun diharapkan bisa menggerakkan ekonomi, termasuk sport tourism di Banyuwangi.
“Selain sejarah panjang dan basis suporter yang militan, potensi Banyuwangi sebagai destinasi wisata—hotel, restoran, hingga alamnya—menjadi alasan saya mengambil alih Persewangi dan melakukan transformasi manajemen,” pungkas Purwo.



