Korannusantara.id – Sumbar, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terus menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi mahasiswa tertua dan terbesar di Indonesia. Berdiri sejak 5 Februari 1947 atas prakarsa Lafran Pane, HMI memegang teguh tujuan konstitusionalnya, yakni membentuk insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam, serta mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridai Allah SWT.
Selama hampir delapan dekade, HMI hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan, kontrol sosial, sekaligus penggerak intelektual. Kader HMI aktif menyelenggarakan pelatihan kader, diskusi publik, hingga kajian keislaman yang melahirkan generasi muda kritis dan berwawasan.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus di lingkungan kampus, tetapi juga menjangkau sekolah, pesantren, hingga lembaga sosial.
Di berbagai daerah, kader HMI turut berperan dalam advokasi isu-isu sosial, mulai dari kemiskinan, ketimpangan, lingkungan, hingga keadilan hukum. Bentuk nyata kepedulian tersebut terlihat melalui aksi damai, pendampingan hukum bagi masyarakat kecil, hingga penggalangan bantuan untuk korban bencana.
Sebagai organisasi yang lahir di era perjuangan kemerdekaan, HMI juga menjaga idealisme demokrasi. Kader HMI aktif memperjuangkan transparansi, keadilan, dan kebebasan berpendapat melalui kiprah di organisasi, pemerintahan, media, maupun lembaga swadaya masyarakat.
Pada dekade 1970–1980, HMI bahkan menjadi wadah lahirnya pembaharuan pemikiran Islam yang dipelopori tokoh intelektual Ahmad Wahib dan Nurcholish Madjid, dua nama besar yang mewarnai diskursus pluralisme dan rasionalitas dalam Islam.
Namun, di tengah perkembangan zaman, HMI dihadapkan pada sejumlah tantangan. Mulai dari relevansi organisasi di era digital, stigma keterlibatan politik praktis, ancaman radikalisme, hingga keterbatasan kontribusi langsung kepada masyarakat. Kualitas kader yang tidak merata juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi dengan pembinaan ideologis dan intelektual yang konsisten.
Untuk itu, HMI dituntut adaptif, inklusif, serta mampu menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang lebih menyentuh akar rumput. Dengan langkah tersebut, HMI dapat terus memperkuat kepedulian sosial, menjaga nilai moderasi Islam, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
( VV )



