• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Pengembangan Pariwisata Sumbar Harus Berbasis Data Ilmiah

Redaksi by Redaksi
15 September 2025
in Daerah, Opini, Pariwisata
0
Pengembangan Pariwisata Sumbar Harus Berbasis Data Ilmiah

Ket : Foto Istimewa

0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Padang, Pengembangan sektor pariwisata di Sumatera Barat (Sumbar) dinilai harus berbasis pada data ilmiah agar arah kebijakan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi real di lapangan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda, usai menerima hasil penelitian dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Minggu (14/9).

“Dengan data yang ilmiah dari penelitian akademisi ini, pengembangan pariwisata kita akan lebih jelas arahnya sehingga anggaran yang digunakan lebih tepat guna,” ujar Luhur.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Sumbar untuk melakukan kajian komprehensif dalam memetakan potensi wisata. “Intinya, pengembangan pariwisata harus berbasis data, bukan hanya asumsi,” tambahnya.

Ketua Tim Peneliti Unand, Dr. Yulia Anas, menjelaskan pihaknya menggunakan metode survei dan analisis Input-Output (I-O) dengan purposive sampling. Sebanyak 400 wisatawan nusantara dan 40 wisatawan mancanegara dijadikan responden pada 80 daerah tujuan wisata (DTW) di 19 kabupaten/kota.

Dari hasil penelitian, wisatawan nusantara yang datang ke Sumbar mayoritas berasal dari provinsi tetangga, terutama Riau dan Jambi, dengan usia 21–30 tahun, berpendidikan SMA hingga S1, serta berpenghasilan Rp1 juta–Rp5 juta per bulan. Sementara itu, wisatawan mancanegara didominasi dari Malaysia, Australia, dan Eropa, dengan karakteristik usia produktif, pendidikan diploma/S1, serta pendapatan lebih dari Rp20 juta.

“Banyak temuan menarik yang kami laporkan ke Dinas Pariwisata Sumbar. Harapannya, data ini bisa menjadi pijakan pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengembangan pariwisata yang lebih terarah,” tutur Yulia.

Dengan adanya hasil riset akademik ini, Pemprov Sumbar optimistis sektor pariwisata dapat berkembang lebih berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

 

( VV )

311
Tags: Basis Data IlmiahPariwisataSektor Wisata Sumbar
Previous Post

Presiden Prabowo Kirim Surat Khusus ke Eks Menteri yang Kena Reshuffle, Apa Isinya!

Next Post

KAMMI Tegaskan Kepemimpinan Sah Ahmad Jundi, Tolak SK Kemenkumham yang Dinilai Cacat Hukum

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
KAMMI Tegaskan Kepemimpinan Sah Ahmad Jundi, Tolak SK Kemenkumham yang Dinilai Cacat Hukum

KAMMI Tegaskan Kepemimpinan Sah Ahmad Jundi, Tolak SK Kemenkumham yang Dinilai Cacat Hukum

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.