Korannusantara.id – Manado, 6 September 2025, Elfangga Kalinggo (16), remaja asal Manado, Sulawesi Utara, dilaporkan tenggelam di perairan Laut Tengah, Manado Tua, pada Rabu (13/8/2025). Hingga kini, tim Basarnas masih belum berhasil menemukan korban.
Awalnya, Elfangga dikabarkan terjatuh dari perahu saat memancing bersama tiga orang temannya. Namun, pihak keluarga merasa ada banyak kejanggalan dalam peristiwa ini, sehingga resmi melaporkan kasus tersebut ke Sat Polairud Polresta Manado, Kelurahan Sindulang, Kecamatan Tuminting.
Dalam laporan itu, keluarga korban didampingi lima kuasa hukum, yaitu Frangky Rumengan, SH; Vianne Mamesah, SH; Rarung Tieneke Alberthin, SH; Mega Bagau; dan Pangemanan, SH.
Siska Kalinggo, kakak korban, mengaku sangat terpukul karena hingga kini adiknya belum ditemukan. Ia menduga Elfangga bukan sekadar tenggelam, melainkan menjadi korban pembunuhan.
“Kami menduga adik saya tidak tenggelam. Menurut keterangan para saksi, dia disebut terjatuh dari perahu. Padahal, adik saya duduk di bagian depan. Kalau benar terjatuh, pasti mereka melihat. Lagi pula, adik saya pandai berenang karena sering mencari rezeki dengan memanah ikan di laut,” ujar Siska, Jumat (5/9/2025).
Selain itu, Siska menyoroti kejanggalan lain. Menurutnya, para saksi tidak meminta izin atau memberi tahu pihak keluarga ketika mengajak Elfangga pergi melaut. “Kami baru tahu setelah ada kabar adik kami hilang. Kami sangat kehilangan, karena dia anak yang baik dan pekerja keras untuk keluarga,” lanjutnya.
Pihak keluarga menuntut keadilan agar polisi mengusut kasus ini secara tuntas. “Kami meminta polisi serius mengusut kasus ini, dan yang paling penting adik saya bisa segera ditemukan,” tegas Siska.
Sementara itu, kuasa hukum keluarga, Vianne Mamesah, memastikan pihaknya akan terus mengawal proses hukum.
“Kami akan mendampingi keluarga korban untuk mendapatkan keadilan. Kami juga meminta kepolisian mengusut kasus ini secara transparan,” ujarnya.
( MICHAEL HONTONG )



