Korannusantara.id, Depok– Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP ), Fahri Hamzah, mengajak generasi muda Indonesia untuk meneladani warisan pemikiran Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo, khususnya dalam membangun fondasi ekonomi yang berkeadilan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan wamen Fahri saat menghadiri bedah buku “Jalan Keadilan Sumitro Djojohadikusumo” di Gedung Techno Park Universitas Indonesia, Rabu (6/8). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi atas kontribusi besar Sumitro dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi nasional berbasis keadilan sosial.
Acara tersebut juga dihadiri oleh keluarga besar almarhum Sumitro, termasuk putranya Hashim Djojohadikusumo dan cucunya Aryo Djojohadikusumo, serta para tokoh nasional dari jajaran Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, seperti Imanuel Ebenezer, Nezar Patria, Mugiyanto Sipin, dan Muhammad Qodari.
“Kita tidak hanya membaca sejarah, tapi juga meneladani spirit perjuangan Sumitro. Generasi muda harus paham bahwa keadilan sosial adalah fondasi utama dalam pembangunan,” ujar Fahri Hamzah dalam sambutannya.
Buku yang dibedah ini tidak hanya menjadi dokumentasi sejarah pemikiran ekonomi Indonesia, namun juga menjadi inspirasi lintas generasi dalam menghadapi tantangan ketimpangan sosial dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar rakyat.
Dengan menyoroti peran Sumitro Djojohadikusumo sebagai arsitek kebijakan ekonomi modern Indonesia, buku ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk terus memperjuangkan ekonomi berkeadilan sosial, sebagaimana tertuang dalam sila ke-5 Pancasila, demi mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.



